Pemkab Busel Bahas Insentif Paramedis dan Relawan yang Beresiko Terkena Covid-19

BATAUGA– Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) saat ini tengah menggodok pemberian insentif untuk tenaga medis, relawan maupun petugas yang beresiko tertular virus corona dalam melakukan penanganan dan pencegahan Covid-19 di daerahnya.

“Saat ini sementara digodok regulasi terkait pemberian insentif bagi tenaga kesehatan atau petugas lainnya dan relawan yang beresiko terkena paparan virus covid-19 sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19,” kata Bupati Arusani saat menggelar rapat evaluasi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Busel beberapa waktu lalu.

“Tim coba dicek kembali berapa tenaga kesehatan dan relawan kita,” sambung Arusani.

Pada kesempatan tersebut Arusani selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Busel mengungkapkan, saat ini terdapat 4 tenaga kesehatan di Puskesmas Sampolawa yang menjalankan isolasi karena telah kontak dengan PDP yang meninggal. Dengan rincian 2 orang perawat laki-laki, 1 orang Kesmas AKK laki-laki dan 1 orang perempuan analis laboratorium.

“Menjalankan isolasi di rujab camat sejak 1 Mei 2020,” tukasnya.

Perlu diketahui, pemberian insentif dan santunan kematian telah ditetapkan Menkes melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020.

Besaran insentif untuk tenaga kesehatan di rumah sakit setinggi-tingginya antara lain, Dokter Spesialis Rp 15 juta, Dokter Umum dan Gigi Rp 10 juta, Bidan dan Perawat Rp 7,5 juta serta Tenaga Medis Lainnya Rp 5 juta.

Sementara itu insentif untuk tenaga kesehatan di KKP, BTKL-PP, dan BBTKL-PP, dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, Puskesmas dan laboratorium yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan setinggi-setingginya sebesar Rp. 5 juta.

Untuk besaran santunan kematian sebesar Rp. 300 juta diberikan kepada tenaga kesehatan yang meninggal dalam memberikan pelayanan kesehatan dikarenakan paparan Covid-19 saat bertugas. Tenaga kesehatan tersebut merupakan tenaga kesehatan yang tertular karena menangani pasien Covid-19 di fasilitas pelayanan kesehatan atau institusi kesehatan yang memberikan pelayanan Covid- 19.

Insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 diberikan terhitung mulai bulan Maret 2020 sampai dengan bulan Mei 2020 dan dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sumber pendanaan insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).(adm)

You might also like More from author

Comments are closed.