Sering Kelaparan hingga Makan Garam Saja, Nenek Buta Asal Kota Baubau Ini di Bantu Sembako Umar Samiun

BAUBAU – Kisah pilu Wa Ance (60), seorang nenek buta asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mulai mengundang simpati dan perhatian dari sejumlah pihak, salah satunya Samsu Umar Abdul Samiun.

Mantan Bupati Buton dua periode itu memberikan santunan paket sembako berupa beras 50 kg, minyak goreng 5 liter, Indomie 4 dos dan sejumlah uang kepada Wa Ance.

Bantuan itu diantar langsung tiga anak Umar Samiun, yakni Odianov Chaliullah Almondo, Puan Maharani dan Pangeran Kian Santang, bersama anggota DPRD Kota Baubau asal Perindo, Roslina Rahim, Selasa (19/05/2020).

“Kami sengaja mengantar langsung bantuan ini sekaligus ingin melihat kondisi si nenek,” ujar Almondo.

Sementara itu, Roslina Rahim berharap dengan bantuan yang apa adanya tersebut, semoga dapat mengurangi beban hidup nenek Wa Ance ditengah pandemi Covid-19 serta dalam menghadapi bulan suci Ramadhan.

“Tentu kami berharap kedepannya si nenek bisa terdata sehingga dapat tersentuh melalui program bantuan pemerintah, baik itu di daerah maupun pusat,” singkat Roslina.

Diketahui, nenek Wa Ance hidup dalam kemiskinan dan tak punya pilihan selain mengakrabi rasa lapar.
Wanita yang dinyatakan tak bisa melihat saat berusia 15 tahun ini, mengandalkan bantuan tetangga untuk sekadar mengisi perutnya yang lapar.

Dalam keterbatasannya terlebih sepeninggal adiknya, Wa Ance yang sudah berumur 60 tahun itu pun sangat jarang mengantongi uang karena tak banyak yang bisa ia lakukan.

“Pernah tidak ada jagung dan tidak ada beras, tidak ada saya makan. Cuma makan garam, malam sudah apar kadang minum air putih saja,” tutur Wa Ance pilu.

Ia yang tinggal sebatang kara di sebuah gubuk papan terkadang mendapatkan uang dari upah mengurut anak tetangga.

Wa Ance mengaku sempat mengalami tak makan selama satu hari lantaran tak memiliki apapun untuk disantap.

Dikatakan oleh Wa Ance bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti BLT atau PKH walau kondisinya memprihatinkan. Hal itu dikarenakan Wa Ance tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Lurah Katobengke Irsyad Cahyadin pun mengatakan, Wa Ance tak mendapatkan bantuan karena tak ada namanya dalam daftar yang butuh bantuan.

Kendati demikian, Irsyad menjelaskan bahwa nenek Wa Ance mendapatkan bantuan duafa dari dinas sosial serta RT dan RW. (Adm)

You might also like More from author

Comments are closed.