Bupati Busel: Bisik Kepala Desa, Kalau Malu-malu Silahkan Mengeluh

Bupati Busel, H La Ode Arusani BERSAMA Kepala BNI Cabang Baubau, Awaluddin , Kepala Dinas Sosial Busel, H La Ode Taatlan pada penyerahan bantuan kepada Kelompok Usha Bersama (Kube) di Desa Gaya Baru, Kecamatan Sampolawa. FOTO;KEPTONNEWS.COM

BATAUGA-Bantuan Stimulan dari Kementerian Sosial RI untuk usaha ekonomi produktif melalui program kelompok usaha bersama (Kube) yang dikucurkan untuk masyarakat Buton Selatan merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah dalam berupaya memfasilitasi masyarakat mengembangkan usaha guna meningkatkan ekonomi. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buton Selatan, H La Ode Taatlan, ketika Bupati Busel H. La Ode Arusani menyerahkan bantuan mudal uasa untuk Kube di Desa Gaya Baru Kecamatan Sampolawa, Kamis 11 Juni 2020.

Saat penyerahan bantuan, Bupati Busel, La Ode Arusani, menyatakan, bantuan senilai Rp.20 juta untuk pengembangan usaha ekonomi masyarakat melalui program Kube di Busel cukup besar. Karena itu penerima bantuan harus benar benar memanfaatkannya dengan baik untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

“Jangan kita sudah diberi bantuan dan tidak dimanfaatkan dengan baik, lalu berharap lagi dapat bantuan tahun depan. Manfaatkan bantuan ini dengan sebaik baiknya, sehingga tahun berikutnya warga lainnya dapat kebagian,” kata Arusani.

Pemerintah memberikan bantuan modal usaha kepada warganya dengan tujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Pemerintah tidak akan memberikan bantuan secara terus menerus kalau masyarakat tidak bisa memenfaatkannya dengan baik. “Apa mau pemerintah memberikan bantuan kalau kita tidak bisa kaya,” kata Arusani kepada warga penerima progran bantuan Kube.

Arusani juga meminta para kepala desa di Busel agar senantiasa membantu memfasilitasi warga untuk berinovasi mengembangkan kegiatan usaha ekonomi produktif, membentuk kelompok usaha bersama. Pola pikir masyarakat yang cenderung selalu mendalkan proposal harus dirubah. Jangan tiap tahun ajukan proposal, berharap bantuan tapi tidak menghasilkan dan tidak ada manfaatnya. “Kalau mengharap, pak desa bawa dulu proposal ke pak bupati, kapan bisa maju, tiap tahun diberi bantuan tapi tidak bisa berkembang, masih mendingan bentuk kelompok usaha bersma, supaya pemerintah pikirkan” katanya.

Dia juga menghimbau masyarakat agar selalu membangun komunikasi yang baik dengan kepala desa, dalam rangka mendapat kemudahan akses pelayanan pembangunan kepentingan publik. “Kalau ada persoalan dan keluhan silahkan bisik kepada kepala desa, misalnya butuh jalan, bisik kepala desa, kalau malu malu bisik, silahkan mengeluh saja, saya ini datang untuk masyarakat, saya ini milik masyarakat pasti kita berikan,” ujar pengganti Agus Feisal ini.(is)

You might also like More from author

Comments are closed.