Bupati Muna Melepas Pengiriman 44 Ton Jagung Hybrida Ke Blitar

MUNA,KKEPTONNEWS.COM – Bupati Muna LM Rusman Emba ST melepas pengiriman 44 ton perdana jagung hybrida ke Blitar Jawa Timur (Jatim) yang bekerja sama dengan Koperasi Produsen Sugi Patani Agro bertempat di Desa Komba-Komba, Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna (Sulawesi Tenggara (Sultra) Senin 15 Juni 2020.

Bupati Muna, Rusman Emba, Melepas Pengiriman 44 Ton Jagung Hybrida Ke Blitar. FOTO; RUSTAM/KEPTONNEWS.COM

Dari pantuan awak media Keptonnews.Com pelepasan pengiriman jagung hybrida itu turut dihadiri Ketua DPRD, La Saemuna, Pj Sekda, Muhamad Djudul, Kadis TPHP, La Ode Anwar Agigi, Kepala Balai Karantina Pertanian Klas II Kendari, N. Prayatno Ginting, Para Kepala OPD dan para petani.

Bupati Muna LM Rusman Emba ST dalam sambutannya menyampaikan kepada masyarakat untuk terus menanam jagung kuning. Apalagi, saat ini Pemkab tengah menjalin kerja sama dengan Kementrian Pertanian (Kementan) untuk kebutuhan bibit, alat pengering dan gudang.

“Kami akan terus mendampingi petani mulai dari penanaman hingga pemasaran. Insya Allah lewat program jagung kuning akan meningkatkan perekonomian petani,” Kata Orang nomor satu dibumi sowite itu.

Sementara itu, Kadis TPHP Muna, La Ode Anwar Agigi menjelaskan, 44 ton jagung yang dikirim merupakan tahap awal dari orderan 100 ton perusahaan ayam petelur di Blitar. Selanjutnya, sisanya akan dikirim tahap kedua.

Perusahan ayam petelur penerima jagung Muna adalah mitra bisnis dari PT. Datu Nusa Agribisnis (DNA) yang telah menjalin kerjasama pengembangan komoditi jagung kuning dengan Pemkab Muna sejak 10 Maret lalu.

“Lokasi pengiriman di Blitar ini perusahan ayam petelur di Indonesia. Tiap harinya kebutuhan pakan jagung mencapai 1000 ton. Pihak perusahaan sudah siap akan menerima pasokan dari Muna,” ungkap Anwar.

Untuk harga beli yang disepakati Rp 3.500 per kilogram dengan kadar air 15 persen. Itu tentunya, jauh dari harga Makassar yang hanya mencapai Rp 3.100 per kilogramnya. Dari harga di Blitar itu, koperasi sudah bisa mendapat keuntungan Rp 400 per kilogramnya.

“Harganya disesuaikan harga terkini. Semoga kedepan harganya bisa naik,” harapnya. (Rustam)

You might also like More from author

Comments are closed.