Bupati Muna Segera Tuntaskan Semua Persoalan Yang Terjadi di Pasar Sentral Laino

MUNA,KEPTONNEWS.COM – Persoalan kebakaran Pasar Sentral Laino, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terjadi pada Jumat dini hari (5/6/2020), tak ada habisnya. Aksi protes dari para pedagang terus bermunculan.

Bupati Muna, LM Rusman Emba pun tak mau menghindari keluhan-keluhan para pedagang. Ia Bergerak cepat menuntaskan polemik kepemilikan lods di Pasar Sentral Laino agar tidak terjadi tumpang tindih kepemilikan lods, maka akan dilakukan verifikasi oleh tim yang sudah dibentuk.

Tim terdiri dari sekda, Disperindag, Inspektorat, Sat Pol PP, Dinas PU dan asosiasi pedagang. ” Tim akan verifikasi berdasarkan buku besar,” kata Orang nomor satu dibumi sowite itu, Jumat (19/06/2020).

Untuk skema verifikasi yang dilakukan adalah memastikan pedagang terdaftar di buku besar, aktif berjual dan terdata dalam kepemilikan lods. Dari 840 lods yang ada, sekitar 80 lods yang bermasalah yang disebabkan, satu pedagang mendapatkan lebih dari satu lods dan terjadi tumpang tindih.

“Satu pedagang hanya dibolehkan menempati satu lods. Tidak boleh lebih, karena ini bicara keadilan,” ungkapnya.

Proses verifikasi yang akan dilakukan tim, menurutnya tidak akan memakan waktu lama. Verifikasi akan dilakukan secara transparan, sehingga tak ada pedagang yang dirugikan.

“Insya Allah, hari Minggu (21/6/2020), hasil verifikasinya kita umumkan,” Cetusnya.

Sedangkan proses pembagian bantuan Rp 5 juta untuk para pedagang korban kebakaran akan direalisasikan setelah proses verifikasi dan distribusi pedagang tuntas. “Kalau tuntas hari Minggu, bantuannya bisa disalurkan hari Senin, ” Kata Mantan Ketua DPRD Provinsi Sultra itu.

Rusman menambahkan persoalan dugaan jual beli lods yang dilakukan oknum Disperindag. Ia meminta para pedagang untuk memberikan bukti adanya transaksi jual beli lods di pasar tersebut dan jika benar adanya hal ini akan berujung keranah hukum.

“ Kalau memang terbukti maka dilaporkan ke pihak yang berwajib untuk diproses secara hukum,” tegasnya. (Fandhy)

 

You might also like More from author

Comments are closed.