Amir Fariki : Mengutuk Tindakan Oknum Yang Tega Mengusir Wanita Lansia

MUNA,KEPTONNEWS.COM – Seorang wanita lansia di jalan Kancil di usir dari rumah pemilik lahan tersebut karena tidak sempat menghadiri peresmian posko pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Muna, LM. Rajiun Tumada – H. La Pili (RAPI) yang bertempat dijalan Kancil, Kelurahan Wamponiki, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Jumat ( 25/9/2020).

Oknum yang diketahui adik perempuan Sumitata Kepala Badan Pendapatan Daerah Muna pemilik lahan tersebut. Langsung mendatangi rumah Lansia itu tanpa berucap salam, oknum yang ditemani rekannya tiba-tiba memukul pintu rumah serta dengan arogannya mengusir lansia itu, yang numpang tinggal diatas tanah miliknya.

Saya tidak tahu mau kemana karena oknum ancam saya besok (26/9) sudah harus tinggalkan rumah karena mau dibongkar, padahal saya tinggal disitu atas izin pak Sumitata yang di kutik di salah satu media Online.

Menangapi hal itu, Amir Fariki Jubir Paslon TERBAIK (TEruskan Rusman BAhrun pIlihan Kita) mengutuk tindakan oknum yang tega mengusir seorang wanita tersebut yang tinggal menempati lahan milik saudaranya hanya karena tidak menghadiri peresmian posko RAPI yang viral diberitakan melalui media online.

Oknum tanpa belas kasihan hanya karena tidak sempat menghadiri peresmian posko RAPI tega mengusir wanita itu yang rumahnya dibangun di atas lahan milik saudaranya. ” Ini bukan soal apa-apa tapi hati nurani dan kemanusiaan. ” Kata Amir pada saat di hubungi melalui via telepon Sabtu (26/9/2020).

Jika soal perbedaan pilihan biasa saja dalam demokrasi. ” Tetapi jangan hanya karena berbeda pilihan nurani dan kemanusiaan kita menjadi lebur karena kepentingan.” Ungkapnya.

Oleh karena itu, marilah kita semua berpolitik lebih mengedepankan kesantunan, humanisme bagi masyarakat dan pemerintah agar kita senantiasa menjaga kedamaian, ketentraman, kondusifitas serta Lawan provokator  sebagaimana yang di ucapkan Bapak L.M. Rusman Emba, ST “. Tutupnya Amir. (Borju)

You might also like More from author

Comments are closed.