Amir Fariki Jubir TERBAIK : La Pili Melihat Pembangunan Rusman Emba Pake Kacamata Kuda

MUNA,KEPTONNEWS.COM – Kritikan  dari bakal calon wakil bupati Muna H. La Pili, pendamping La Ode M Rajiun Tumada. Ia menyebut pembangunan yang dicanangkan Bupati Muna LM Rusman Emba ST, dinilainya amburadul dan hanya menghambur-hambur kan uang rakyat, tanpa ada asas manfaatnya yang dikutip disalah satu media Online.

Hal itu ditanggapi santai oleh Amir Fariki Jubir persalon TERBAIK

(TEruskan Rusman BHarun Pilihan Kita) mengatakan bawah yang disampaikan La Pili dalam menilai pembangunan Rusman Emba yang  tidak memiliki konsep perencanaan yang jelas dan amburadul justru karena dia melihatnya pake kacamata kuda.

“Kacamata kuda yang dimaksudkan adalah bahwa La Pili hanya menilai sesuatu dari satu sisi sudut pandang saja tidak melihat secara utuh serta menyeluruh tidak menggunakan pendekatan data dan variabel ilmiah.” Kata Amir pada saat di hubungi melalui via telpon Rabu (30/9/2020).

Lanjut Amir, menerangkan padahal beberapa waktu yang lalu saya pernah mengulasnya bagaimana kiprah pembangunan RE dalam “Re Is The Real Polite And Cultured Leaders” dan Mencapai Prestasi Di Tengah Ujian Fitnahan Keji.

“Namun saya memaklumi karena ternyata menurut hasil riset Semiocast, sebuah Lembaga Independen di Paris yang menyimpulkan bahwa orang indonesia kebanyakan malas baca, tapi sangat suka menatap layar gadget berjam-jam, ditambah paling cerewet di media sosial sehingga jangan heran jika Indonesia jadi sasaran empuk untuk info provokasi, hoax, dan fitnah dan mudah-mudahan bukan La Pili yang termasuk salah satu di dalamnya”.  Ungkapnya Amir.

Jika kita mau menilai pembangunan  harusnya secara utuh dan menyeluruh karena titik berat pembangunan pemerintah bukan hanya soal fisik semata. Sebagaimana pembangunan jalan dan tugu yang senantiasa dielu-elukan itu. ” Tetapi hakikat dan tujuan pembangunan tersebut demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan  meningkatkan pendapatan serta mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan bukan sebagaimana yang dilihat La Pili hanya soal Watopute dan Motewe.” Tegasnya Amir.

Amir memabahkan, RE  telah membuktikan itu sebagaimana dalam kurun waktu kepemimpinannya sejak 2016 s/d 2019 pada data BPS yang berdasarkan hasil sensus, survey dan berbagai sumber lainnya (2020) berhasil menaikan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) yakni 2016=4966,14, 2017=5455,09, 2018=5920,80, 2019=6421,15, menurunkan angka kemiskinan 2016=15,37%, 2017=14,85%,2018=13,19%, 2019=12,85% dan menekan angka pengangguran 2017=5,65%, 2018=5,61%, 2019=4,70%.

Untuk lebih jelas membandingkan keberhasilan sebuah pembangunan satu daerah dan daerah lainnya, mengklasifikasikan apakah sebuah negara/wilayah/daerah itu maju, berkembang atau terbelakang. “Sekaligus untuk mengukur kebijakan terhadap kualitas hidup yang meliputi harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup masyarakat.” Jelasnya.

” Maka UNDP (United Nations of Development Programe) atau Badan
Program Pembangunan PBB telah menggunakan standar baku dengan metode Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Programme (HDI) di mana kalau kita melihat berdasarkan data BPS terakhir 2019 IPM Muna 68,97 masih lebih baik dibanding Muna Barat yang nilainya 64,45. Instrumen atau alat ukur inilah yang digunakan oleh hampir semua negara/wilayah/daerah di dunia baik afrika, asia bahkan amerika dan eropa sekalipun.” Ungkapnya

Entah Pa Pili menggunakan variabel dan standar apa menilai pembangunan RE yang katanya tanpa konsep, tanpa perencanaan yang matang dan amburadul. ” Barangkali juga pa pili yang lebih cerdas dari seluruh negara-negara di dunia yang sampai saat ini masih menggunakan variabel itu” Tutup Amir.

Borju

You might also like More from author

Comments are closed.