Penyaluran Beasiswa Bersinar Kurang Merata, Mahasiswa Pulau Binongko di Kendari Geram

WAKATOBI – Penyaluran program beasiswa bersinar dari Pemkab Wakatobi selama kurun waktu tiga tahun terakhir, penyalurannya tidak merata. Khususnya mahasiswa di Pulau Binongko, masih banyak yang belum merasakan beasiswa tersebut.

Hal itu disampaikan putra Binongko yang kuliah di kendari, Satrio, yang hadir saat Paslon Hati No. 2 kampanye di Desa Lagongga, Binongko, Jumat 2 Oktober.

Menurutnya, masyarakat Pulau Binongko selalu terkesan dijadikan anak tiri oleh Pemkab Wakatobi. Program beasiswa kepada mahasiswa yang dianggarakan lewat APBD Wakatobi belum sepenuhnya dirasakan mahasiswa Pulau Binongko, khususnya di Desa Lagongga.

“Kami dijanjikan beasiswa bersinar. Programnya memang ada, tapi yang dapatkan siapa ? Bagaiman cara pemerataannya. Apakah itu menyentuh seluruhnya mahasiswa di Wakatobi ataukah hanya orang-orangnya saja,” tanya Satrio.

Menurutnya, masyarakat Pulau Binongko juga membutuhkan pendidikan gratis. Apalagi persoalan ekonomi salah satu pemicu kendalanya sehingga banyak generasi sulit melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Selain persoalan pendidikan, masyarakat Desa Lagongga, masyarakat Pulau Binongko secara keseluruhan membutuhkan akses jalan yang bagus serta penerang lampu yang dijanjikan pada Pilkada 2015 lalu.

“Kalau misalnya bapak Haliana terpelih di Pilkada 2020 ini kami tidak menginginkan janji. Kami hanya inginkan kerja nyata. Karena kami masyarakat tidak paham persoalan daerah, yang kami tau hanya butuh pembangunan dan berubah kearah yang lebih baik dari hari ini,” pungkasnya.(A-2)

You might also like More from author

Comments are closed.