Ilmiati: Wakatobi Butuh Pemimpin, Bukan Penguasa

WAKATOBI -Cabub Wakatobi, Ilmiati Daud menyebutkan, pemimpin yang amanah adalah pemimpin yang merasakan penderitaan masyarakatnya. Bukan justru sebaliknya.

Menurutnya, hal itu juga yang harus terjadi di Wakatobi. Daerah pemilik nama “surga nyata dibawah laut” sambung dia, butuh sosok pemimpin bukan penguasa.

“Kabupaten Wakatobi ini butuh pemimpin, bukan penguasa,” tegas Ilmiati ketika menyampaikan orasi politiknya saat Kampanye di Desa Ambeua Raya, Jumat 16 Oktober.

Wa Ati sapaan akrabnya, mengungkapkan, selama 4 tahun terakhir banyak masyarakat mengeluh. Keluhan ini, ia terima ketika dirinya memantau langsung kondisi masyarakat di setiap Pulau yang ada.

Ketika itu Ilmiati masih menduduki jabatan Wakil Bupati Wakatobi periode 2015-2020. “Saya melihat secara langsung kondisi aktivitas perekonomian masyarakat Kaledupa, ‘ku kedeng-kede i daoa iso, inta mbeae na dumahani aku’. Saya melihat dan saya bertanya langsung kepada mereka (pedagang),” bebernya sepenggal disampaikan dalam bahasa Kaledupa.

“Di Tomia, masyarakat menyampaikan, ibu jalan-jalan kami,” tambahnya.

“Begitu juga dengan pak Haliana. Meski beliau belum menjadi Bupati, tapi saya tau betul, beliau selalu turun melihat kondisi masyarakat beberapa tahun ini,” sambung Ilmiati.

Pada kesempatan itu, ia berharap agar masyarakat Wakatobi, khususnya Pulau Kaledupa tidak salah menentukan pilihan di Pilkada 2020 ini.

“Di Tahun 2020 ini saya kembali berkomitmen. Saya berdiri di hadapan ‘faama fina mai’ adalah komitmen saya untuk menciptakan perubahan di Wakatobi,” pungkasnya.

Ilmiati menambahkan, masyarakat Wakatobi harus merdeka seutuhnya. Kata merdeka ini kata dia, telah masuk teck line program-program Paslon Haliana-Ilmiati Daud.

“Karena saya ingin kita semua marasakan kemerdekaan sesungguhnya. Kami punya program merdeka belajar, merdeka sehat dan program lainnya” terangnya.(A-2)

You might also like More from author

Comments are closed.