Jaman Sebut Rajiun Meninggalkan Sejumlah Kasus Dugaan Korupsi di Mubar

MUNA,KEPTONNEWS.COM – Mantan Bupati Muna Barat, Laode M. Rajiun Tumada kerap mengkapanyekan ke suksesannya saat memimpin di sana. Di antaranya ia menyebut sukses meletakan dasar pembangunan di daerah pecahan Muna tersebut. Pembangunan yang di maksud oleh mantan Kasat Pol PP Sulawesi Tenggara tersebut adalah pembangunan Jalan Ring Road, penanaman pohon pelindung atau Pohon Trembesi dan lainnya.

“Tapi semua paket pekerjaan tersebut khususnya Ring Road dan pekerjaan penanaman pohon pelindung di duga terjadi pelanggaran hukum yang merugikan keungan negara miliran rupiah,” kata Sahrul, Ketua Jaringan kemandirian nasional Sulawesi Tenggara (Jaman-Sultra), Jumat 16 Oktober 2020.

Sahrul mengungkapkan, pembangunan jalan ringroad Laworo sepajang 34 km tersebut di duga ada kesalahan kebijakan yang di keluarkan oleh Rajiun sebagai Bupati Muna Barat saat itu. Akibat dari kebijakan yang terkesan di paksakan tersebut kata mantan aktivis Makassar ini, sangat berpengaruh pada kualitas pekerjaan pengaspalan jalan lingkar yang menjadi ikon Muna Barat ini.

“Jalan lingkar Laworo kualitasnya sangat buruk bahkan baru beberapa bulan di lintasi kendaraan umum, jalan aspalnya terhabur dan sebagian besar terlihat seperti bubur,” ucap Sahrul.

Lalu di mana letak kesalahan kebijakan bupati, Sahrul menjelaskan, pengaspalan dengan menggunakan jenis aspal butur seal harus diatas lapis fondasi agregat (base) atau perkerasan jalan lama (eksisting) yaitu sebagai lapis permukaan yang benar-benar padat. Namun faktanya penggunaan aspal butur seal di jalan Ring Road tersebut tidak memenuhi syarat tehnis atau pedoman pelaksanaan.

“Tapi saat itu bupati (Rajiun) memaksakan kebijakan untuk segera di aspal. Hasilnya ya, jalan ring road asal jadi dan boleh jadi ini bukan lesalahan kontraktor melainkan murni kesalahan bupati. Sebab, kontraktor mengerjakan sesuai apa yang telah di rencanakan,” ujarnya.

Dengan demikian, dia melanjutkan, pembangunan jalan lingkar Laworo yang menelan anggaran Rp. 98 miliar ini harus di telusuri untuk memastikan penggunaan anggaran ini di gunakan secara benar atau tidak. Selain masalah jalan ring road, Sahrul juga mengungkap dugaan penyimpangan anggaran pada paket pekerjaan penanaman pohon pelindung atau pohon trembesi dengan anggaran miliran rupiah. Namun pohon pelindung ini di musnahkan tanpa jejak karena menghalangi lanjutan pekerjaan perbaikan jalan Ring Road tahun 2018.

“Sesuai dengan ketentuan perundqng-undangan pohon pelindung tersebut tidak bisa di hilangkan karena sudah menjadi aset daerah,” kata Sahrul.

Letak pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pemda dalam hal ini Rajiun sebagai Bupati Muna Barat saat itu, menurut Sahrul adalah pemda Muna Barat membicarakan penebangan pohon pelindung tersebut bersama DPRD. Sehingga kedua belah pihak bersepakat dan membuat berita acara tentang penghilangan aset daearh tersebut. Tapi faktanya pemda tidak melakukan itu dan ini masuk dalam kategori pelanggaran hukum yang mengakibatkan kerugian negara cukup besar.

“Bukan hanya pohon pelindung yang menjadi aset daerah yang di hilangkan, tapi aspal lama yang tindis dengan hamaparan batu suplit pada pekerjaan lanjutan pengaspalan ring road. Ini juga harus di usut karena ada di duga ada kerugian keuangan negara yang cukup besar di sana,” katanya.

Sahrul mengingatkan Calon Bupati Muna yang berpasangan dengan H. La Pili tersebut untuk berhenti mengumbar ke suksesan membangun Muna Barat. Sebab, tanpa ia sadari kata dia, mantan bupati Muna Barat tersebut sebetulnya tengah menelanjangi dirinya ihwal bobroknya pembanguna di sana. Selain itu, masyarakat Muna juga mesti lebih cerdas melihat fenomena seorang bupati meninggalkan jabatannya dan mengejar jabatan yang sama. “Ini ada apa sebetulnya. Jika kita lihat secara kritis patut di duga ada masalah serius yang harus di usut secara tuntas di sana,” pungkasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Tims Sukses Rajiun Tumada, Wahidin Kusuma Putra yang dihubungi wartawan keptonnews tidak bersedia memberikan jawaban dan klarifikasi demi keberimbangan informasi ini, dengan alasan tidak kenal wartawan yang menguhubunginya via pesan whatssAp. (borju/is)

You might also like More from author

Comments are closed.