Sahrul Sebut Al Samiru Pemain StandUp Commedy

MUNA,KEPTONNEWS.COM – Laporan atas dugaan pelanggaran pemilu terhadap Calon Bupati Muna L.M Rusman Emba tidak lebih dari sekedar lelucon yang di kemas oleh kuasa hukum pasangan L.M Rajiun Tumada-La Pili (Rapi) Al Sàmiru.

Sahrul salah satu juru bicara pasangan Calon Rusman-Bahrun, menduga Al Samiru menyusun materi laporannya lalu mengatas namakan sekelompok masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran tersebut.

“Leluconnya sangat lucu. Saya rasa Al Samiru ini cocoknya jadi pemain StandUp Commedy saja tak cocok jadi pengacara karena sangat lihai menyusun materi StandUp,”ujar Sahrul, di salah satu warung kopi di Raha, Jumat, 30 Oktober 2020.

Ketua Jaringan kemandirian nasional Sulawesi Tenggara ( Jaman Sultra) ini menyebut Samiru sebagai pemain StandUp bukan tanpa alasan. Menurut dia, seorang pengacara mestinya menjelaskan secara spesifik dugaan pelanggaran hukum yang dimaksud. Dengan begitu publik tidak gagal paham atas dugaan pelanggaran yang di laporkan tersebut. Tapi faktanya dia (Samiru) tidak sama sekali mengurai sedikitpun pada bagian mananya dugaan pelanggaran calon bupati petahan tersebut.

“Saya rasa beliau (Samiru) bukan hanya pemain StandUp tapi juga penyebar gosip. Termasuk Bawaslu Muna dijadikan bahan Gosipnya dia,” kata pria yang kerap di sapa Arul ini.

Arul mengaku sangat menghormati profesi pengacara. Pengacara kata dia adalah pihak yang menfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan keadilan. Dengan demikian Sahrul menegaskan, jika melaporkan sesuatu atas dugaan pelanggaran hukum mesti memenuhi syarat dan layak untuk dilaporkan. Dengan begitu publik juga dapat tercerahkan setidaknya masyarakat sedikit mendapatkan pengetahuan ihwal unsur-unsur yang menjadi pelanggaran.

“Jangan karena menjadi tim hukum salah satu pasangan calon melupakan kaidah-kaidah hukum. Kalau laporan itu tidak berdasar atau tidak jelas pokok perkara yang dilaporkan itu artinya cari-cari kerjaan biar dianggap berguna oleh pasangan calon,” ucap mantan aktivis ini.

Sahrul menyarankan agar yang bersangkutan lebih proporsional melihat persoalan. Apalagi dia (Samiru) berlatar belakang pengetahuan hukum. Mestinya ilmu hukumnya menjadi media untuk membantu masyarakat mendapatkan keadilan, bukan untuk menakut-nakuti publik. Bahkan ia wajib menjaga kewibawaan profesi pengacara untuk menegakan keadilan. “Seharusnya dia lebih menjaga citra pengacara, menjaga wibawa profesinya,” pungkasnya.(Borju)

You might also like More from author

Comments are closed.