Amir Fariki : Laode Rifai Sebaiknya Kita Saling Menghargai Jangan Menjelek – Jelekan Figur Lain

MUNA,KEPTONNEWS.COM – Orasi politik yang dilakukan Laode Rifai Pedansa dalam kampanye RAPI dibeberapa titik yang menyinggung soal sikap santun LM Rusman Emba, ST. Menyampaikan bawah RE berbungkus kebohongan, menggadaikan APBD untuk kepentingan pribadi dan hutang dimana mana serta kebijakannya yang tidak pro terhadap rakyat dan lain-lain.

Hal itu mendapat tanggapan keras dari Jubir Paslon TERBAIK Amir Fariki mengatakan kalau memang Laode Rifai tidak mendukung salah satu calon silakan saja. Tapi bukan berarti menjelek-jelekan figur lain apalagi melakukan yang sifatnya menghasut sebagaimana yang ia samapaikan dalam beberapa kali kampanyenya.

Menurut Amir, RF sebaiknya kita saling menghargai, karena menyatakan seseorang dalam hal ini RE sama sekali tidak berdasar karena tidak memiliki fakta dan data sehingga bisa dikategorikan sebagai bentuk fitnah dan hoax bahkan lebih jauh hal ini bisa masuk dalam kategori kampanye hitam (black campaign) dan kampanye hitam sama sekali tidak mendidik, karena sifatnya menghasut, menghina yang pada akhirnya bisa menyebabkan konflik serta implikasinya.

“Ini membahayakan kualitas demokrasi kita, apalagi Laode Rifai katanya orang salah satu tokoh pendiri partai tapi kenapa tokoh pendiri partai namun tutur kata dan sikapnya tidaklah mencerminkan sebagai layaknya seorang yang di tokohkan,” Ungkap Amir.

Amir menambahkan, Tim hukum kami telah melengkapi bukti-bukti dan saksi dan akan melaporkan hal ini sebagai bagian dari bentuk pelanggaran kampanye serta agar pak Laode Rifai bisa mempertanggung jawabkan perkataannya di depan hukum dan ada efek jera baginya.

Amir mengimbau kepada seluruh pendukung, relawan dan simpatisan TERBAIK serta seluruh masyarakat muna agar tidak mudah terhasut oleh segala bentuk fitnah dan cacian serta kampanye hitam agar pesta demokrasi ini tidak ternoda hanya karena perbuatan segelintir oknum, tetap fokus meraih dukungan dan simpati rakyat dengan cara-cara yang santun dan berbudaya demi mewujudkan pilkada yang damai, aman dan sehat yang pada akhirnya 9 desember 2020 nanti menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat muna dalam melahirkan pemimpin yang TERBAIK”. Tutupnya. (Borju)

You might also like More from author

Comments are closed.