Tuding Rusman Gagal, Jaman Minta Rajiun Lebih Giat Lagi Belajar Perencanaan Pembangunan

MUNA,KEPTONNEWS.COM – Mantan Bupati Muna Barat, L.M Rajiun Tumada menuding Bupati petahana kabupaten Muna, L.M Rusman Emba sebagai bupati gagal dinilai sebagai bentuk kebodohan yang dipertontonkan saat debat.

“Ini kebodohan yang tak layak di ucapkan oleh seorang mantan bupati, saya rasa Pak Rajiun tak paham subtansi Permendagri nomor 90 tahun 2019,” kata Sahrul, Ketua Jaringan kemandirian nasional Sulawesi Tenggara ( Jaman Sultra).

Menurut Sahrul, Permendagri nomor 90 tahun 2019 menjelaskan tentang peraturan Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah. Dia menjelaskan, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) bisa difokuskan pada pem­bangunan di daerah karena kepala daerah mempunyai janji kepada masyarakat saat pilkada dan itu harus dijabarkan dalam program kerja yang konkrit.

“Penyediaan jaringan air bersih, pembangunan jalan, dan rencana pengembangan kota adalah janji Pak Rusman yang hari ini sudah direalisasikan,” ujarnya.

Bahkan kemendagri kata Sahrul, menegaskan agar daerah mengikuti prio­ritas pembangunan nasional atau daerah bisa menetapkan prioritasnya sendiri sesuai dengan otonomi yang dimiliki serta kondisi spesifik di setiap daerah. Jadi pembangunan Rusman Emba yang sudah berjalan hari ini kata Sahrul tinggal di lanjutķan dan di sempurnahkan pada periode berikutnya.

“Ini yang dimaksud visi dan misi penyusunan nomenklatur pembangunan. Pak Rajiun tidak paham soal esensi pembangunan jadi wajar bicara asal bunyi,” kata mantan aktivis Makassar ini.

Sahrul menyarankan Rajiun untuk belajar lebih giat lagi ihwal perencanaan pembangunan. Sebab seorang bupati mesti memiliki dukungan sumber daya pengetahuan yang mampu dalam mengurus rakyat dan daerah. Dengan demikian Sahrul menganggap Muna Barat menjadi kabupaten uji coba Rajiun dalam menjalankan tugas pemerintahan. “Pembangunan Muna Barat amburadul seperti itu karena pemimpinnya tidak cukup punya SDM yang baik,” ucapnya.

Sahrul meminta Calon Bupati yang berpasangan dengan La Pili tersebut untuk berhenti bergosip. Perihal dokumen perencanaan kota Baru Motewe, Bupati Rusman tak perlu harus melapor ke Rajiun. Secara logis kata pria yang kerap di sapa Arul ini, tak ada pembangunan yang berjalan tanpa ada dukungan administrasi, tidak tau kalau Rajiun di Muna Barat. Pernyataan Rajiun yang menebar fitnah di ruang debat pertanda ia tak memiliki kecerdasan emosional. “Akhirnya beliau sama dengan pembawa acara infotaimen yang selalu menebar gosip sekelompok artis,” Tutupnya Arul.(Borju)

You might also like More from author

Comments are closed.