Dr. Nanik Roni Muhtar akan Todong Pengurus DWP, Targetkan Konsolidasi Organisasi Tuntas dalam Setahun

BAUBAU-Darma Wanita Persatuan (DWP) Kota Baubau berkomitmen untuk terus mengambil peran dan berkontribusi positif dalam pembangunan daerah. Untuk mewujudkan hal tersebut, Ketua DWP Kota Baubau, Dr. Nanik Roni Muhtar SE. telah menyiapkan sejumlah agenda program penting dan strategis yang akan dilaksanakan DWP.

Kata Nanik, pasca pengukuhan pengurus DWP Kota Baubau nanti, ada beberapa program yang akan dilaksanakan DWP Kota Baubau yang tentunya akan sejalan dengan program DWP Provinsi dan DWP di pusat. Karena itu, program yang nantinya akan dilaksanakan menjadi wajib bagi seluruh DWP di unit unit kerja lingkup Kota Baubau.

Konsolidasi organisasi, lanjut Dr. Nanik, menajadi hal penting pertama yang akan dilaksanakan. “Nantinya DWP Kota Baubau akan melakukan pengukuhan seluruh DWP di unit unit kerja atau instasi lingkup Kota Baubau yang tergabung dengan DWP Kota Baubau,” ujarnya.

Ditambahkan, konsolidasi dan pengukuhan pengurus menjadi wajib, sebgai wujud resminya ibu ibu menjadi pengurus DWP. Sebagai Ketua DWP Kota Baubau, Nanik menargetkan upaya konsolidasi orgnaisasi dapat diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun. “Jadi kami akan meminta ibu ibu menjadwalkan pengukuhan pengurus DWP di PDAM, sehingga ada pegangan bagi pengurus,” tuturnya.

Selanjutnya ada penertiban atribut yang akan dipakai anggota DWP, seperti pakaian atau kostum yang akan diagunakan. Lalu mengadministrasikan keuangan DWP, semuanya akan tersimpan dalam rekening perbankan, sehingga dalam organisasi DWP Kota Baubau tidak ada bendahara yang pegang uang. Sehingga tidak ada isu isu bendahara banyak pegang uang.

Dibidang pendidikan, DWP Kota Baubau akan memprioritaskan program peningkatan SDM dan pengembangan keterampilan anggota. Akan tetapi seluruh DWP yang tergabung dengan DWP Kota Baubau sedapat mugkin mengajukan atau mengusulkan program masing masing untuk selanjutnya digodok bersama.

“Masing masing Ketua DWP saya akan todong program apa yang akan ditawarkan kepada kami, sehingga kita kawal bersama,” tukasnya.

Terkait dengan program pengembangan ekonomi, sosial dan budaya di DWP, Nanik mengatakan ibu ibu tak perlu memikirkan yang mahal mahal. Karena banyak ibu ibu yang mempunyai keterampilan khusus yang kemudian bisa dikembangkan tanpa membutuhkan biaya besar. Dicontohkan, ibu ibu ada yang bisa membuat penutup gelas atau membuat sal, tinggal dikembangkan dengan kreatifitas yang lebih bagus dengan membuat pelatihan khusus.

Jika programnya sudah terlaksana dan sudah menghasilkan produk, maka DWP akan mengupayakan bagaimana agar produk tersebut bisa bernilai ekonomis. Tentu dengan membuka peluang promosi dan pemasaran, melalui even event penting, seperti pameran pembangunan kota.

“Hasilnya bisa kita jual, setahun sekali kita jual di ajang pameran kota, kita promosi melalui perindustrian dan pariwisata. Kita jual dan berbagi hasil antara DwP Kota Baubau DWP unit,” katanya. (adm)

You might also like More from author

Comments are closed.