Debat Kandidat Paslon Bupati, Haliana Sebut Banyak Warga Wakatobi Merantau Karena Minimnya Lapangan Kerja

WAKATOBI -Kedua Pasangan calon (Paslon) Bupati -Wakil Bupati Wakatobi Pilkada 2020, telah memaparkan visi- misi dalam debat kandidat yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wakatobi di Pesanggrahan Taman Budaya Wangi-wangi Minggu 22 November.

Pada kesempatan itu Paslon Haliana – Ilmiati (HATI) mengngkapkan banyak orang wakatobi yang merantau keluar negeri karena minimnya lapangan kerja di Wakatobi. Pernyataan itu disampaikan Haliana ketika menjawab pertanyaan moderator terkait populasi orang Wakatobi di Sandakan, Sabah, Malaysia kurang lebih 1000 jiwa dan bekerja sebagai buruh nelayan bersama org Bugis dan org Filipina.

“Pertanyaannya adalah bagaimana strategi saudara jika terpilih sebagai bupati dan wakil Bupati Wakatobi dalam upaya melindungi warga Wakatobi yang bekerja di luar negeri, Sabah malasya serta strategi memotong mata rantai migrasi nelayan yang bekerja disana dengan memanfaatkan potensi kelautan dan perikanan dalam wilayah Kabupaten Wakatobi,” tanya modertor bernama Muhammad Alifuddin.

Menjawab ha tersebut, Haliana menyatakan, yang menyebabkan masyarakat wakatobi ke luar negeri, karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan yang cukup di Kabupaten Wakatobi. “Oleh karena itu bagi kami mutlak harus ada proyek-proyek yang dilakukan oleh pemerintah daerah yang bisa menyerap lapangan kerja yang banyak,” kata Haliana.

Untuk itu, lanjut Haliana, Yang kita lihat dana lakukan adalah menggali potensi yang ada di daerah, makka sektor perikanan dan kelautan kita harus kita kembangkan semaksimal mungkin.

Perikanan terpadu atau kita sebut dengan sentral bisnis terpadu perikanan dan kelautan Wakatobi ini menjadi tujuan kita bagiamana sektor perikanan kita ini secara maksimal.

“Wakatobi kita akan siapkan armada yang akan diberikan kepada kelompok kelompok nelayan . Harapan kita adalah bagaimana kita maksimalkan perikanan kita ini untuk membawa kesejahteraan kepada masyarakat Wakatobi secara keseluruhan,” ujarnya.

Dia menambahkan, warga wakatobi yang merantau di malaysia sekarang sudah banyak yang menguasai teknologi penangkapan yang diperoleh melalui toke-toke Meraka di kapal.

“Sekarang kita tinggal mengadopsi untuk dikembangkan ke Wakatobi agar bisa warga wakatobi menjadi pemain utama terhadap eksplorasi perikanan kita, sehingga secara otomatis pemanfaatan dan pengelolaan potensi di sektor perikanan akan bermanfaat bagai kesejahteraan warga, yang perlu kita sesuaikan tinggal bagaimana kira-kira perikanan di Wakatobi ini bisa dikelola ramah lingkungan. Ini yang kira-kira bisa kita terapkan di Wakatobi dengan tetap menyesuaikan kepada peraturan yang ada, dengan mempertimbangkan status Wakatobi sebagai taman nasional dan cagar biosfer bumi<” tukas Haliana.

Disamping itu, lanjutnya, Pemda harus memastikan menyiapkan peralatan , pemkab harus menyiapkan juga anggaran untuk membeli, nanti kemudian Pemda Wakatobi tinggal memasarkan hasil tangkapan nelayan.

“Sehingga kegiatan perikanan kita ini tetap ada di kabupaten Wakatobi dan kita pastikan bahwa uang ini akan beredar di masyarakat Wakatobi dan menjadi pendapatan seluruh masyarakat yang akan meningkatkan ekonomi rakyat,” tutupnya. (adm)

You might also like More from author

Comments are closed.