Rusman Disebut Kasibu (Pencuri) Tetap Memaafkan, Tetapi Proses Hukum Tetap Berjalan

MUNA,KEPTONNEWS.COM – Pernyataan tokoh masyarakat Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Rifai Pedansa (RF) pada saat kampanye Pasangan Calon (Paslon) Rajiun-La Pili (RAPI) di Kecamatan Wakadia, Senin (22/11/2020) di salah satu media Online menyampaikan bawah Calon Bupati (Cabup) Muna, LM Rusman Emba ST kasibu (dalam bahasa Muna berarti pencuri) dan memiliki utang sebesar Rp 1,5 miliar.

Hal itu ditanggapi langsung oleh Bupati Muna LM Rusman Emba ST yang sementara cuti. Pada saat ditemui wartawan Keptonnews. Com, Kamis (26/11/2020) Rusman mengatakan bahwa pernyataan RF sudah menyerang pribadi dan fitnah yang keji. Seharusnya, sebagai tokoh masyarakat, RF memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat. Bukanya malah mempertontonkan sikap yang tidak terpuji.

Mantan senator DPD-RI ini menampik tudingan RF bahwa memiliki utang sebesar Rp 1,5 miliar. Katanya, tudingan itu tidak benar dan tidak mendasar. Mungkin yang dimaksud RF itu adalah uang pada saat Pilkada 2015 lalu. Dimana, saat itu para pendukung patung-patungan yang disetor pada salah satu rekening.

“Itu tidak ada hubunganya dengan utang piutang. Saya sendiri merasa tidak pernah berutang dengan dia (RF),” tegasnya.

Rusman menambahkan bukannya mau ungkit-ungkit apa yang telah diberikanya pada RF dan keluarganya.  Tahun pertama menjabat, RF diberikan anggaran hibah pengembangan tanaman jati yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Kemudian, membantu meloloskan anaknya menjadi anggota DPRD Sultra, mengangkat anaknya menjadi Kepala BPBD walaupun dari segi kepangkatan belum memenuhi dan memberikan kegiatan-kegiatan pada istrinya.

“Saya sebenarnya tidak suka mengungkit-ungkit, tapi karena tuduhan  RF itu sudah keterlaluan, makanya kita buka-bukaan saja agar tidak menimbulkan stigma negatif. Jadi untuk urusan komitmen politik sudah impas,” ujarnya.

Lalu tuduhan korupsi juga sangat tidak rasional. Harusnya perlu didukung dengan bukti-bukti. Toh, bila korupsi sudah lama terjerat hukum. ” Bicara korupsi ketika pembuktianya sudah jelas. Bukan hanya untuk menebar fitnah saja,” bebernya.

Kendatipun terus di dzalimi, Rusman tetap menghormati dan menghargai RF sebagai orang tua. Hanya saja, ia menitip pesan agar RF lebih baik beristirahat dan menjaga kesehatan. Apalagi, usianya sudah tua.

“Kita sangat menyayangi beliau (RF). Tetapi ada baiknya RF perbanyak istirahat. Bukan lagi waktunya untuk urus politik. Biarkan yang muda-muda saja,” pesanya.

“Sebenarnya saya tidak mau melaporkan RF ke polisi. Tetapi, ini sudah sangat keterlaluan dan saya sudah cukup lama bersabar. Dimana dia (RF) lihat saya mencuri (kasibu). Itu semua fitnah, makanya kita tinggal lihat saja pembuktianya dipihak berwajib,” ungkap Rusman.

Ia berharap RF dapat mempertanggungjawabkan apa yang telah diucapkan ditengah-tengah publik.  Secara pribadi, Rusman telah memaafkan RF yang dianggap sebagai orang tua. Namun, bukan berarti tidak akan menggugurkan proses hukum yang telah ia tempuh.

“Untuk diketahui kasus penghinaan dan pencemaran nama baik Rusman telah berproses di Polres Muna. Rusman melalui kuasa hukumnya, Gagarin melaporkan RF karena dinilai telah melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik yang melanggar pasal 310 KUHP dan pasal 45 ayat 3 UU ITE nomor 19 tahun 2016.” pungkasnya. (Borju)

You might also like More from author

Comments are closed.