Belajar Tatap Muka di Kelas, Ini Saran Ketua Dewan Pendidikan Kota Baubau

BAUBAU-Dewan Pendidikan Kota Baubau mendukung pemerintah Kota Baubau untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di kelas yang akan dimulai pada tahun ajaran baru 2021. Hanya saja, saat ini belum semua orang tua siswa setuju untuk mengikuti proses belajar secara tatap muka.

“Masih ada satu dua orang tua siswa yang menolak,” kata Ketua Dewan Pendidikan Kota Baubau, Ir Sahirsan ketika menghadiri rapat sosialiasi Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mentri Kesehatan dan Mentri Agama dan menteri Dalam Negeri tentang panduan penyelenggaraan Pembelajaran pada atahun ajaran 2020/2021 dimasa pandemi.

Terkait dengan belajar tatap muka yang akan dilaksanakan tahun 2021, Dewan Pendidikan Kota Baubau mengusulkan agar penggunaan teknologi on-line tidak ditinggalkan, namun tetap diperhatikan, seperti penggunaan room-zoom, Microsoft team, youtobe dan sejenisnya dalam pelaksanaan rapat-rapat dewan guru atau pertemuan kepala sekolah dengan kepala-kepala bidang pada dinas pendidikan atau dinas-dinas lainnya.

Dewan pendidikan juga menyarankan agar setiap guru sudah memiliki laptop atau computer desktop, atau alat tulis menulis lain yang sesuai dengan perkembangan zaman dan connect to internet. Disamping itu, juga dilengkapi dengan handphone android yang bisa terhubung dengan laptop dalam mentransformasikan pengetahuan atau informasi pengetahuan dasar kepada siswa-siswa.

“Teknologi zoom baik yang gratis maupun sewa, seperti yang diadakan oleh TK Wahdah (Dr. Maryanto, M. Kes di Kota Baubau) merupakan pembelajaran yang dapat diperluas pada kepala-kepala sekolah lain di Kota Baubau, karena menurut pemantauan saya, Taman Kanak-kanak tersebut cukup banyak penggemarnya dan sangat familiar dengan teknologi online, zoom.,” tutur Sahirsan.

Sahirsan bercerita, dahulu guru-guru setiap pagi atau siang hari memiliki budaya saling menyapa siswa-siswinya dengan kontak fisik, misal; jabat tangan, kepala siswa-siswi dipegang oleh guru lambang kasih sayang, atau lebih dekat lagi saling merangkul siswa dengan guru-guru yang bertugas jaga hari itu, sebagai simbol meningkatkan keeratan kasih sayang antara guru dan murid.

Namun, sekarang kebiasaan itu mungkin akan berubah meskipun pandemic Covid-19 sudah berakhir. Olehnya itu, guru sebaiknya tetap memperhatikan perkembangan teknologi, teknologi zoom masih merupakan teknologi tepat guna (appropriate technology) dalam proses transfer pengetahuan dari guru ke murid pada masa-masa mendatang. (adm)

You might also like More from author

Comments are closed.