Walikota Baubau Launching Aplikasi SI-POLIMA

BAUBAU- Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin pada Senin 4 Januari 2021 melaunching aplikasi SI-POLIMA yang digagas Diskominfo Baubau. Aplikasi ini untuk mewujudkan Baubau menuju smart city berbasis informasi dan teknologi.

Launching ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama penggunaan aplikasi SI-POLIMA oleh seluruh kepala OPD, camat dan lurah.

“Ini adalah semangat membuka awal tahun 2021. Aplikasi SI-POLIMA adalah bukti Baubau bersiap mewujudkan Smart City, dimana Baubau menyesuaikan perkembangan 4.0 berbasis informasi dan teknologi,” kata Dr AS Tamrin.

Ia berharap hal ini bukan hanya seremoni belaka, tetapi diimplementasikan dengan baik. Kominfo dan Inspektorat harus memantau penggunaan aplikasi ini agar diketahui kendala yang dihadapi.

Sekretaris Daerah Kota Baubau, Dr Roni Muhtar menambahkan, aplikasi tersebut sebagai wujud komitmen menegakan disiplin, mengingatkan etos kerja serta untuk kesejahteraan ASN Kota Baubau.

“Aplikasi SI-POLIMA pada hakekatnya selaras seirama dengan apa yang digambarkan oleh Wali Kota Baubau soal implementasi saling kerjasama, saling membantu serta saling bahu-membahu dalam bingkai PO-5,” imbuhnya.

Plt Kepala Dinas Kominfo Kota Baubau, La Ode Darusalam menambahkan aplikasi ini dibuat berdasarkan visi misi mewujudkan Baubau yang maju, sejahtera, dan berbudaya. Hal itu juga sekaligus menjawab arahan Wali Kota Baubau agar OPD mampu menghadirkan inovasi terbaru dalam memudahkan ASN serta masyarakat.

La Ode Darusalam mengungkapkan, aplikasi ini juga merupakan inisiasi dan inspirasi Sekda Baubau, Roni Muhtar agar kinerja ASN didukung dengan aplikasi yang tersistem, dimana penggunaannya telah dikaji di Surabaya dan Makassar.

“Sebagai Provider kami menggandeng Universitas Halu Oleo sebagai penyedia aplikasi. Jadi sejak Oktober aplikasi ini dibangun dan rancang hingga sekarang dilounching,” bebernya.

Kendati begitu, kata orang yang juga menjabat sebagai Kadispora Baubau ini, masih ada kendala soal data kepegawaian. Dimana masih selisih data dengan BKPSDM baubau.

Sebab pihaknya punya data 3.866 ASN sedangkan data dikepegawaian ada 4.049 ASN baik struktural maupun fungsional. Selisih itu yang masih diupayakan untuk penyempurnaan data kepegawaian diaplikasi.

Kendala lainnya berkaitan dengan sinyal, sebab aplikasi harus didukung dengan sinyal yang bagus. Sementara ada sebagian wilayah Kota Baubau yang kurang baik sinyalnya. Padahal, handpone android ASN (pengguna aplikasi) google mapsnya harus selalu aktif dan tentu harus memiliki paket data.

“Makanya itu kita masih upayakan solusinya. Kemudian juga bagi instansi Satpol PP, petugas damkar dan penyuluh lapangan sedang diupayakan bagaimana sistem tukinnya. Dalam waktu dekat kita akan lakukan rapat internal membahas bagaimana penggunaan aplikasi dan sistem pemberian tukin dibulan pertama tahun 2021 ini,” tutupnya. (Adm)

You might also like More from author

Comments are closed.