Roni Muhtar Minta Kepala OPD dan Pramuka Bumikan Pancasila dan PO 5

BAUBAU-Sekretaris daerah Kota (Sekot) Baubau Dr Roni Muhtar, M.Pd memberikan arahan seluruh pimpinan OPD dan Camat untuk membumikan Pancasila dan PO 5. Para ASN diminta membuat papan yang bertuliskan Pancasila dan PO 5 di kantornya masing-masing.

Permintaan untuk membumikan Pancasila dan PO 5 itu diungkapkan Roni Muchtar saat pelantikan satuan tugas Pramuka peduli Kota Baubau di aula Kantor Dinas Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Kota Baubau Senin (1/2/2021).

Menurut Sekot Baubau Roni Muhtar, pembuatan papan Pancasila dan PO 5 di kantor masing-masing OPD dimaksudkan agar setiap ASN dapat membaca, pasal demi pasal dalam pancasila, dan butir demi butir dalam PO 5.

Sebab, dalam pengamatan sekarang ini tidak hanya PO 5 tapi juga pancasila sudah banyak yang melupakan sila-silanya. Buktinya, terkait dengan hukuman fisik orang-orang tertentu sebagai hasil pra fisik baik di Kota Baubau maupun di kota lain yang disaksikan melalui televisi, setelah disuruh ucapkan pancasila ternyata ada yang bingung tidak tahu dan tidak paham bahkan disengaja. Sehingga, ingatan semakin tergerus termaksud pemahaman terkait dengan ideologi pancasila. Padahal, pancasila merupakan dasar negara. Demikian pula dengan falsafah leluhur sara pataanguna yang kemudian di konseptualkan oleh Walikota Baubau Dr H AS Tamrin, MH menjadi PO5, selalu dilupakan.

Karena itu, kata Roni Muhtar, yang juga ketua Kwarcab Pramuka Kota Baubau ini, bila ada yang bertanya kepadanya apa buktinya kalau orang itu pancasilais maka sederhana saja pihaknya menjawab kalau dia sudah mengamalkan prinsip-prinsip ketuhanan yang maha esa, mengamalkan priinsip-prinsip kemanusiaan yang beradab, mengamalkan prinsi-prinsip Persatuan Indonesia, mengamalkan prinsip-prinsip Kerakyatan yang adil beradab dan mengamalkan prinsip-prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang baik di masyarakat.

Demikian pula bila ada lagi yang bertanya apa tandanya yang sudah PO 5 maka kelima butir yang ada dalam PO 5 sudah harus diwujudkan dalam aktivitas sebagai insan manusia.”

Sederhananya kalau kita betul-betul menjadi manusia pancasilais kalau kita nyata menerapkan PO 5 maka tidak ada lagi orang di Baubau ini yang suka menghasut orang lain dan tidak ada lagi orang di Baubau ini yang tidak peduli dengan sesamanya dan tidak akan ada lagi orang di Baubau ini yang menyebar fitnah, kebohongan sehingga terjadi keretakan kohesi sosial masyarakat Baubau, tidak ada lagi masyarakat Baubau yang merendahkan martabat orang lain, bahkan tanpa sebab musababnya memaki-maki orang dan sebagainya.

“Itu jawaban saya kalau ditanya orang, saya yakin semua orang akan jawab begitu. itu artinya, Walikota Baubau tidak asal menegaskan tentang PO 5 ini ada asbabul nuzulnya ada sebab musababnya,”ujarnya.

Jenderal ASN Kota Baubau ini mengakui dan memahami bahwa perbaikan negeri ini terutama di Baubau harus diawali dengan penataan perilaku yang baik sehingga bila sudah menata dengan baik maka akan terbangun soliditas akan terbangun kebersamaan, optimis dan lain-lain sejenisnya.

Ini merupakan dasar-dasar melakukan pembangunan termaksud perubahan ke arah yang lebih baik. Sebab, nonsen kalau perilaku tidak dibenahi dalam artian bahwa orang-orang yang berperan melakukan dengan apa yang dimaksudkan menggunakan cara-cara model kerjanya, cara berpikirnya tidak menunjukkan PO 5 dan tidak menunjukkan pancasilais.

Karena itu, pilihan Walikota Baubau Dr H AS Tamrin, MH untuk membumikan pancasila dan PO 5 di Baubau harus didukung oleh semua pihak dan jangan diperdebatkan dan dipertentangkan lagi sara pataanguna.

“Yang pokok bagaimana menunjukkan nilai-nilai itu tercermin dari perilaku kita. Untuk apa, supaya Baubau ini menjadi lebih dari sebelumnya. Kita prihatin kota kita, atau Baubau masa lalu begitu adem ayem tidak ada perseteruan, orang masih membawa solidaritas, bahu membahu kalau ada suatu kejadian atau musibah turut serta, ada acara kemasyarakat misalnya khitanan, pesta atau nikahan keluarga dari kampung pelosok datang membawa bantuan.

Sekarang jauh dengan apa yang dirasakan. Tugas pramuka adalah kembalikan itu, tentu masing-masing kita harus memiliki home model tentang ini. Saya berharap semua kita keluarga pramuka. Apalagi yang sudah dilantik harus menjadi contoh teladan bagi yang lainnya. Jangan kita saling menegur orang belum PO 5, belum Pancasila tidak usah itu, dia akan berproses namun masing-masing diri kita berusaha membenahi, memperbaiki menata menunjukkan itikad yang baik. Makin lama kalau kita tulus melakukan itu maka makin lama, keluarga kita, tetangga kita teman-teman jauh kita akan bisa bersama-sama kita. Jadi mari kita mulai dari diri kita sendiri. Pramuka harus jadi pelopor tentang ini. Inilah sebenarnya mengapa kita selalu berdiskusi tentang perubahan dan pramuka harus melakukan perubahan dan yang mendasar seperti tadi,”pungkasnya..(adm)

You might also like More from author

Comments are closed.