USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI WAKATOBI MAKIN MENGGELIAT, PERTUMBUHAN UMKM CAPAI 26 persen

Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Wakatobi mengatakan, Dua Tahun Terakhir Pertumbuhan Pelaku UMKM Merangkak Capai 26 Persen

WAKATOBI -Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Wakatobi menyebutkan, pertumbuhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Wakatobi sejak tahun 2019 ke 2020 alami peningkatan yang cukup signifikan.

Berdasarkan pendataan Pendamping UMKM Kabupaten, kurun waktu dua tahun terakhir, pertumbuhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di negeri “Surga Nyata Bawah Laut” ini naik hingga mencapai 26 persen.

“Di tahun 2019, jumlah pelaku usaha UMKM di Wakatobi sebanyak 14.665, sedangkan tahun 2020, sebanyak 19.005 pelaku UMKM,” jelas Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenega Kerja Wakatobi lewat Pendamping UMKM Kabupaten, Ai Muslimah Kamis 11 Februari.

Kendati begitu, pertumbuhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang paling mendominasi adalah UMKM Kuliner. “Artinya pandemi Covid-19 tetap berpengaruh pada omset UMKM Kuliner kita tetapi tidak terlalu signifikan.”

“Kalau terjadi penurunan omsed, tetap kita akui bahwa pasti terjadi penurunan, sebab imbas dari pandemi tidak hanya dirasakan di Wakatobi tapi semua daerah di Indonesia,” pungkasnya.

Menurutnya, meningkatnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Wakatobi disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: mudahnya masyarakat mengakses permodalan di Bank, adanya daya beli masyarakat, mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya berwirausaha, serta tumbuhnya imej masyarakat bahwa untuk mendapatkan uang tidak harus menjadi PNS.

“Coba jalan-jalan Marina Kecamatan Wangi-wangi, kawasan disana banyak sekali pelaku Usaha Mikro dan Kecil kita. Contohnya lagi di sepanjang rute Desa Liya One Melangka sampai Desa Liya Mawi, disana juga pelaku UMKM berjejer ramai menjelang sore,” tegasnya.

Wanita yang pernah penerima penghargaan Pendamping UMKM Terbaik Satu dari Pemkab tersebut juga mengapresiasi kaum milenial yang mulai berperan pada Usaha mikro dan Kecil di Wakatobi.

“Untuk pelaku UMKM milenial juga terjadi peningkatan termasuk dibidang jasa dan kuliner. Tengoklah ke Puncak Tomia. saat ini. muncul kaum milenial yang buka usaha kopi, makanan dan goreng-gorengan. Kami juga harapkan, ke depan kaum milenial ini semakin banyak yang berperan sebagai Wirausahawan Muda,” tandasnya.(adm)

You might also like More from author

Comments are closed.