Inventaris Kerugian Dampak Angin Puting Beliung Dua Desa di Pulau Kaledupa, BPBD Wakatobi Sudah Utus Tim Ferivikasi

WAKATOBI -Tim ferivikasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wakatobi, sudah turun melakukan pendataan dampak angin puting beliung di Desa Darawa dan Lentea, Kecamatan Kaledupa Selatan pada Senin 15 Februari.

“Jadi untuk langkah pendahulu kami adalah melakukan pendataan ferivikasi dilapangan dan menghitung berapa jumlah kerugian,” terang Kepala BPBD Kabupaten Wakatobi, Muhamad Yusuf ketikan ditemui diruang kerjanya, Senin 15 Februari.

Berdasarkan laporan sementara yang diterima dari pihak pemerintah Desa Darawa dan Lentea, bencana alam pada Minggu 14 Februari sekira pukul 04:00 Wita tersebut mengakibatkan rusaknya puluhan unit rumah milik warga, dengan taksiran total kerugian sementara sebanyak Rp 140 juta.

“Kerusakan bangunan fisik rumah mereka. Dengan rincian bahwa di Desa Lentea sebanyak 2 unit rusak berat, 5 unit rusak sedang dan 8 rusak ringan jadi jumlah untuk Desa Lentea sebanyak 15 unit. Sedangkan untuk Desa Darawa sebanyak 32 rumah rusak ringan,” rincinya.

Berdasarkan informasi dari pemerintah desa juga sambung dia, tidak ada korban jiwa. Angin puting beliung yang memporak-porandakan Desa Darawa dan Lentea termasuk kategori pasca. Dimana kata Yusuf, disana tim ferivikasi BPBD Wakatobi akan melakukan inventaris kembali berapa kerugian akibat bencana alam tersebut.

“Kalau bantuan pasca, rentan waktunya sampai dengan dua bulan. Kalau bantuan bencana darurat hari itu juga, terkait dengan kebutuhan sandang pangan. Tapi kalau bantuan dengan kontruksi harus menunggu permintaan anggaran,” tandasnya.

Hasil pendataan tim ferivikasi inilah yang nantinya kemudian akan dijadikan rujukan pihak BPBD untuk penyaluran bantuan terhadap warga yang terdampak. “Jadi jenis yang dibantukan oleh BPBD Wakatobi nantinya adalah barang untuk kontriksi,” terangnya.

You might also like More from author

Comments are closed.