Patuhi SE Gubernur Sultra, Dikbud Wakatobi Kembali Tunda Pembelajaran Tatap Muka

WAKATOBI -Pemerintah Kabupaten Wakatobi, kembali melakukan penundaan proses pembelajaran tatap muka untuk semester genap tahun ajaran 2020-2021. Kepala Dinas Pendidikan (Kadikbud) Wakatobi, Ali Wangi mengungkapkan, langkah ini ditempuh setelah pihaknya menerima Surat Edaran (SE) Gubernur Sultra per tanggal 8 Januari.

“Setelah adanya surat edaran dari Gubernur Sultra No 420/105 per tanggal 8 Januari Tentang penundaan pembelajaran tatap muka semester genap tahun ajaran 2020 -2021untuk Provinsi Sulawesi Tenggara, makka kita harus mengikuti itu,” terang Ali Wangi diruang kerjanya, Senin 15 Februari kemarin .

Sebenarnya kata dia, diawal bulan Januari kemarin, Pemkab sudah berencana kembali memperbolehkan pihak sekolah membuka belajar tatap muka semester genap ajaran 2020-2021 dengan catatan tetap memperhatikan Prokes.

Bahkan himbauan Kemendikbud tersebut beberapa sekolah di Wakatobi sudah mulai melakukan proses belajar tatap muka secara shift. “Sehingga di minggu berikutnya setelah ada surat edaran dari pak Gubernur ini, kita juga harus ikut, sekolah-sekolah di Wakatobi kembali lagi harus mengikuti pembelajaran jarak jauh,” bebernya.

Dengan diterbitkannya SE Pemprov Sultra ini, para siswa dan siswa di Wakatobi kembali mengikuti pembelajaran jarak jauh sambil menunggu petunjuk selanjutnya. “Pada dasarnya, pembelajaran di Wakatobi tetap berjalan. Teknisnya, pembelajaran jarak jauhnya itu ada yang menggunakan Whatsaap. tinggal tergantung gurunya masing-masing, karena disetiap sekolah mereka membentuk grup WhatsApp dengan siswanya,” terangnya.

Sementara untuk sekolah yang belum terkoneksi jaringan internet dengan baik tambah Ali Wangi, para siswanya secara bergantian dipanggil ke sekolah untuk menerima tugas sekolah. “Sesuai surat dari tim gugus tugas Covid -19 per tanggal 28 Januari lalu, Wakatobi ini sudah masuk zona hijau artinya nol kasus. Jadi kalau kita lihat, sebenarnya sudah bisa kita laksanakan. Tetapi kita harus tetap ikuti kebijakan dari pimpinan kita, karena kita tahu bahwa Gubernur itu adalah perpanjangan pemerintah pusat yang ada di daerah,” tandasnya.(adm)

You might also like More from author

Comments are closed.