Pemkot Persiapakan Diri Hadapi STQ

BAUBAU-Dalam rangka menghadapi Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH), Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau mulai mempersiapkan diri. Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota yang juga selaku ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, (17/2/2021).

Wakil Wali Kota menuturkan, pihaknya pada Rabu (17/2/2021) telah melakukan rapat/pertemuan untuk mempersiapkan Kota Baubau dalam menghadapi ajang seleksi STQH tersebut. Menurutnya, ajang STQH tersebut akan diselenggarakan pada Akhir bulan Maret atau awal bulan April mendatang di Kendari Sulawesi Tenggara.

“Sebelum saya membuka diskusi yang lebih luas bersama pengurus LPTQ, saya minta masukan dulu dari Kepala Kementerian Agama, Kepala KUA dan Kapala Bagian Kesra untuk mempersiapkan materi-materi apa nanti yang akan kita bahas dalam rapat LPTQ pada tanggal 19 Februari mendatang”, ujarnya.
La Ode Ahmad Monianse menjelaskan, secara garis besar metode seleksi yang disepakati dalam pertemuannya tersebut ialah dengan metode orientasi. Dengan Metode ini, pihaknya akan mengumpulkan para peserta terbaik dari masing-masing markas tilawah yang sudah pernah dibentuk oleh masing-masing Kecamatan.
“Metode ini dilakukan karena mengingat saat ini kita masih dalam situasi pandemi Covid-19, di mana kegiatan kumpul-kumpul itu masih terpantau. Untuk itu kegiatan kumpul-kumpul ini sedapat mungkin dikurangi, karena salah satu dari 3M yang dalam protokol kesehatan adalah menghindari kerumunan”, imbuhnya.
Dikatakan, peserta yang diambil dari markas Tilawah tersebut akan diorientasi terlebih dahulu lalu kemudian dilakukan seleksi. Untuk itu, pihaknya akan membentuk Dewan Hakim sebagai pelaksana seleksi. Hasil dari seleksi inilah nantinya yang akan dikirim sebagai peserta STQH di Kendari nantinya.

Ditambahkan, sebelum memasuki pertandingan pada bulan April mendatang, peserta yang terpilih untuk mewakili Kota Baubau tersebut akan diberikan pembinaan terlebih dahulu. Pelaksanaan pembinaan tersebut direncanakan selama tiga hingga lima hari sebelum peserta diberangkatkan ke Kendari Sulawesi Tenggara.
“Mengapa pembinaan yang kita berikan tidak terlalu lama, karena sesungguhnya peserta yang ikut seleksi ini adalah peserta yang sudah dibina oleh majelis Tilawah di masing-masing Kecamatan, di bawah binaan para kepala KUA dan Camat. Jadi kita tinggal berikan pemantapan dan pemahaman tentang bagaimana metode pertandingan”, jelasnya.
Orang nomor dua di Kota Baubau ini juga menjelaskan, pelaksaan STQH tersebut oleh panitia direncanakan dalam bentuk offline. Meski demikian, peserta yang masuk dalam arena STQH dibatasi dengan berdasarkan jadwal tiap-tiap jenis Lomba dan masing-masing Kategori agar tidak terjadi kerumunan.
“Nanti dalam pertandingan, yang boleh hadir di arena pertandingan hanya peserta dan satu Ofisial dengan berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan oleh panitia. Untuk peserta lain yang belum ada jadwal lombanya hanya bisa mengikuti jalannya loba secara Virtual di posnya masing-masing”, ungkapnya.
Lebih lanjut Wakil Wali Kota yang juga ketua LPTQ Baubau ini menjelaskan, dalam STQH tersebut yang akan dipertandingkan ada 4 cabang lomba dengan 10 golongan peserta. Selain itu, berdasarkan dari panitia pelkasana STQ, pendaftaran akan dibuka dari tanggal 1 sampai 12 Maret, verifikasi peserta 13 sampai 16 Maret dan Technical Meeting dilaksanakan pada tanggal 29 Maret.
“Insya Allah Kota Baubau akan kita upayakan agar bisa tampil secara maksimal di pada ajang STQH ini. Jadi beberapa keputusan rapat kita bersama tim kecil ini nanti kita akan bahas kembali secara rinci dirapat besar pengurus LPTQ Baubau pada tanggal 19 Februari ini”, pungkasnya.(adm)

You might also like More from author

Comments are closed.