Ojek Keluhkan Biaya Pungut Masuk Pelabuhan

MUNA,KEPTONNEWS.COM – Penegakan aturan yang dikeluarkan pihak syahbandar secara sepihak, kini banyak menuai sorotan. Kali ini datang dari pihak ojek.

Pasalnya, setiap kali masuk di pelabuhan, ojek harus membayar Rp 3.500. Nah ini yang membuat para ojek berang.

“Heran kita pak. Satu kali masuk kita harus membayar Rp 3.500, Sementara penumpang itu membayar Rp 2.500, jika ditambahkan ojek dan pemumpang itu senilai Rp 6.000,” sebut Rolan salah seorang pengojek Kota Raha Senin (21/6/2021).

Kata dia,  pungutan yang dibebankan oleh pihak syahbandar itu sangat membebani mereka. Sebab,  antar penumpang atau tidak mengantar penumpang jikalau masuk pelabuhan itu harus membayar Rp 3500.

” Sekarang yang menjadi pertanyaan kami? Jikalau kita masuk pelabuhan dapat penumpampang itu masih bisa berimbang dengan ongkos ojek. Coba kalau tidak dapat penumpang? Kan yang rugi kita,”tegasnya..

Dia lagi menyebutkan bahwa pungutan di pintu masuk pelabuhan itu sebelumnya tidak diberlakukan buat ojek. Itu hanya ada sama penumpang saja.

“Tapi nanti sekarang ini baru ojek dan penumpang membayar. Coba bayangkan. Satu hari Rp 3500 jikalau dikalikan 30 hari, maka uang kami para pengojek yang masuk di kas syahbandar itu sudah mencapai Rp 105.000.Itu baru satu motor, belum lagi berapa ratusan motor ojek yang kelaur masuk pelabuhan. Kasihan kita. Uang sebanyak itu masih bisa kita biayai makan anak istri,”jelasnya.

Dia menambahkan bahwa jikalau ojek yang masuk mengantar penumpang, itu wajar wajar saja dipungut biaya. “Tapu ini kasihan. Karena itu kami meminta kepada pihak yang berkompoten untuk menjembatani masalah kami ini,”pungkasnya. (Borju)

You might also like More from author

Comments are closed.