Terkait Keluhan Tarif Masuk  Pelabuhan Raha, Ini Penjelasan KUPP

MUNA,KEPTONNEWS.COM – Terkait keluhan tarif masuk penumpang yang dibayarkan dua kali oleh penumpang kapal dan terhadap kendaraan bermotor di pintu masuk
Pelabuhan Nusantara Raha.

Hal itu, ditanggapi langsung oleh Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Raha Abdul Rahman mengatakan, karcis masuk pelabuhan yang diberlakukan telah sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) nomor 15 tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

“Besaran tarif juga diatur dalam peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 777 tahun 2016 tentang petunjuk pelaksanaan jenis dan tarif atas jenis atas PNBP yang berlaku pada Direktorat Jenderal Perhubungan laut,”sebut Rahman.

“Untuk itu, semua sudah ada aturannya, tidak mungkin kita mau berlakukan kalau tidak ada aturan yang mengatur, kalau tidak ada aturan itu namanya pungli,” kata Rahman pada saat ditemui awak media di Kantor UPP, Selasa 22 Juni 2021.

Rahman juga menambahkan terkait semua orang yang masuk di kawasan pelabuhan belum bisa dikatakan calon penumpang. Nah untuk masuk dan menikmati pelayanan yang disiapkan di dalam area pelabuhan, seperti parkiran, kendaraan, WC Umum, Musolah dan fasiltas lainnya, maka setiap orang dikenakan tarif masuk area pelabuhan sejumlah Rp 2.500.

“Sedangkan karcis Rp 2.500 perpenumpang yang terlampir pada tikel kapal penumpang itu adalah pelayanan terminal untuk para penumpang. Dimana pelayanan terminal juga ada dua, untuk penumpang kapal dan pengantar/penjemput. Hanya pengantar dan penjemput kita tidak pungutkan di terminal, karna sudah ada karcis masuk yang sudah dipungut di pintu masuk pelabuhan,”jelasnya.

Ditempat yang sama, Muh Jumran  Bendahara penerima BNPT KUPP (Syahbandar) Raha mengatakan, tarif yang dikenakan berdasarkan peraturan PP nomor 15 tahun 2016 bagi pelabuhan kelas II, penumpang dikenakan tarif masuk Rp.2.500 perorang sedengkan sepeda motor per unit per sekali masuk 3.500,
sementara pengantar/penjemput dibebankan perorang persekali masuk di area pelabuhan, juga senilai Rp 2.500.

“Jadi kalau tarif utama itu dikenakan untuk setiap orang,”sebutnya.

Lanjut Jumran, kalau seandainya ada penumpang mobil yang masuk tujuh orang, ketujuhnya harus bayar pas masuk, karena inikan bukan pas penumpang kapal, tapi pas masuk kawasan pelabuhan, siapapun dia, walaupun dia bukan penumpang kapal. Kalau tidak mau dikenakan biaya tidak usah masuk.

“Soal sopir sama tukang ojek mengeluh, padahal kita tidak bebankan biaya pas masuk sama mereka,”ungkapnya.

“Karena pemikiran mereka jika bawa penumpang mereka yang bayarkan pas masuk, seharusnya penumpang itu yang bayar karena dia pake jasanya. Kalau penumpangnya tidak mau bayar turunkan di depan pintu masuk, biar penumpangnya yang jalan kaki ke dalam pelabuhan,” tutupnya Jumran. (Borju)

You might also like More from author

Comments are closed.