Suarmawati: Pelayanan Perizinan Berbasis Resiko

BAUBAU, KEPTONNEWS.COM- Pelayanan perizinan untuk sektor usaha kecil menengah tidak lagi berbasis izin, namun sudah berbasis resiko. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko adalah Perizinan
Berusaha berdasarkan tingkat Risiko kegiatan usaha. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kota Baubau, Suarmawati.

Menurutnya, saat ini pemerintah memberikan pelayanan perizinan untuk pelaku usaha berdasarkan resikonya. “Ada resiko kecil ada resiko menengah dan ada resiko tinggi, yang di persyaratkan nanti pada resiko tinggi, setelah itu baru ada persyaratan perizinan, kalau persyaratan rendah itu cukup NIB serta sertifikat standar yang ditandai dengan pernyataan pengelolaan Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL)”, ujar Suarmawati.

Diakatakan, rujukan pelayanan perizinan itu diatur dalam PP nomor 5 tahun 2021 tentang penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis resiko dan PP nomor 6 tahun 2021 tentang penyelenggaraan perizinan berusaha daerah.

Khusus untuk kegiatan penananamn modal, jika merujuk pada Perka BPM nomor 5 tahun 2021, para pelaku usaha diwajibkan untuk melaporkan kegiatan penanaman modal sesuai investasi dari awal.

“Kewajiban dari pelaku usaha adalah melakukan pelaporan penanaman modalnya sesuai dengan rencana investasinya dari awal, jadi kewajiban mereka itu melakukan pelaporan per tiga bulan”, katanya.

Dia menambahkan, untuk memaksimalkan pelayan administrasi perizinan agar mudah dijangkau oleh para pelaku usaha, pihaknya akan melakukan pelayan administrasi di setiap kecamatan, tapi nanti setelah ada peraturan wali kota.(ansar)

You might also like More from author

Comments are closed.