Tahapan Pilkades Dimuna Sedikit Terganggu : Ini Penyebabnya

MUNA,KEPTONNEWS.COM – Tahapan Pemilihan kepala desa (Pilkades) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) sedikit terganggu. Penyebabnya yaitu adanya batasan usia maksimal 60 tahun bagi calon kades sesuai dengan peraturan daerah (Perda) nomor 1 tahun 2018 bertentangan dengan UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Muna, Rustam pada saat ditemui di ruangan kerjanya bersama Anggota Komisi I DPRD Muna oleh awak media Rabu (23/6/2021) mengatakan bawah, belum bisa melanjutkan tahapan pilkades sebelum ada aturan jelas yang akan digunakan.

“Kita tidak mau ambil resiko, jangan sampai nanti ada gugatan di PTUN, lantas membatalkan semua tahapan. Daerah tentunya akan rugi, karena telah  mengeluarkan anggaran yang besar,” sebutnya.

Jadi langkah yang akan dilakukan adalah bersama Komis I DPRD Muna akan melakukan konsultasi di Biro Hukum Pemprov Sultra terlebih dahulu. “Pekan depan, kita akan konsultasikan di Pemprov,”ungkapnya.

Sementara itu, Zahrir Baitul Anggota Komisi I DPRD Muna, menjelaskan penerapan syarat calon dengan batas usia 60 tahun sesuai dengan peraturan daerah (Perda) nomor 1 tahun 2018 bertentangan dengan UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa dan Peremendagri nomor 112 tahun 2014. Dimana, di UU dan Permendagri tersebut tidak menyebutkan batas usia maksimal. Namun, yang ada hanya batas usia minimal 25 tahun.

“Persoalan batas usia maksimal harus diclearkan dulu, jangan sampai terjadi masalah kedepannya,” ucapnya.

Zahrir menambahkan, kenapa bisa Biro Hukum Pemprov Sultra  meloloskan salah satu pasal di Perda yang mengatur tentang batas usia maksimal yang nyata-nyata bertentangan dengan aturan. Bagi,  dewan, tidak ada masalah untuk melakukan revisi terhadap pasal di Perda itu. Hanya saja, waktunya sangat mempet, karena tahapan sudah mulai berjalan.

“Jadi harus ada fakta dari Pemprov, agar persoalannya jelas,” cetusnya.

“Untuk diketahui di Muna, dari 124 desa, saat ini semuanya telah diisi oleh pejabat (Pj) kades. Untuk pelaksanaan Pilkades, baru 60 desa dulu yang disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Sisanya, 64 desa, pemilihan akan dilaksanakan tahun 2022.”pungkasnya. (Borju)

You might also like More from author

Comments are closed.