Protes Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Segel Kantor Dewan

BAUBAU-Sejumlah mahasiswa dari Universitas Dayanu Ikhsanuddin dan Mahasiswa UMB menggelar aksi unjuk rasa di kantor Walikota dan Kantor DPRD Kota Baubau. Aksi yang digelar pada Selasa 6 September ini berujung pada penyegelan pintu kantor DPRD Kota Baubau.

Pantauan keptonnews.com, mahasiswa yang menggelar aksi demo di Kantor DPRD melakukan pembakaran ban bekas di area parkir kantor dewan. Saat melakukan aksi damai para mahasiswa memprotes kebijakan pemerintah pusat yang menaikan harga BBM. Mereka menilai kebijakan menaikan harga BBM secara tiba tiba telah memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.

Peserta kasi mendesak pihak DPRD agar meneruskan aspirasi penolakan kenaikan BBM kepada pemerintah pusat. Namun mereka tidak merasa puas ketika datang ke kantor para wakil rakyat, sebab, disana hanya terlihat dua anggota dewan yang masuk kantor, yakni Gilang bersma Ardin.

Selebihnya, diinformasikan kalau sedang berada diluar daerah. Tak satu pun unsur pimpinan dewan yang hadir. Meski tak berhasil menemui unsur pimpinan dewan, mahasiwa menyempatkan membentang spanduk di rruang tunggu kantor DPRD.

Sebelum membubarkan diri dari kantor dewan sekira pukul 13.30 Wita, para pendemo menyegel pintu kantor dewan menggunakan papan. Sementara di Kantor Walikota Baubau, para pendemo berusaha menemui Walikota Baubau untuk menyampaikan tuntutannya.

Sayangnya, Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse, tidak berada di tempat, karena masih mengikuti rangkaian kegiatan di Kendari, ibukota provinsi Sultra. Para mahasiswa hanya diterima Asisten Satu Tamsir Tamim dan Asisten Dua Ibnu Wahid.

Keduanya menerima para mahasiswa di teras utama gedung kantor walikota. Kepada para mahasiswa, Tamsir Tamim berjanji akan menyampaikan apa yang menjadi tunutan mahasiswa kepada pimpinannya.

Menurut Tamsir Tamim, kebijakan kenaikan harga BBM telah diikuti dengan rencana pemberian bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak atau imbas dari kenaikan harga BBM. Kata dia, jika pemerintah menyalurkan bantuan, maka mahasiswa harus dapat mengambil peran membantu dalam hal pengawasannya, agar bantuan benar benar tepat sasaran.

Di Kantor Walikota, para mahasiswa tidak hanya menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM, tetapi meminta pemerintah terutama Polres Kota Baubau agar segera melakukan memberantas mafia migas. Seperti penimbunan dan pengalokasian BBM subsidi yang tidak teapt sasaran.

Para Mahasiswa menduga ada oknum oknum tertentu yang melakukan penimbunan saat pemerintah menaikan harga BBM. (adm)

You might also like More from author

Comments are closed.