Belajar dari PDAM Busel, Sembilan Karyawan Pertama Tak Nikmati Gaji, Kini Bisa Pekerjakan 104 Karyawan

PROSES persiapan pendirian PDAM Busel dimulai pada tahun 2016 berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 3 tahun 2016. Lalu berkembang menjadi Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2016.

PDAM Busel melakukan pemasangan jaringan air bersih di wilayah Kecamatan Lapandewa.

Pada saat persiapan pembentukan PDAM, nama Tamrin Tamim, disebut sebut sebagai perintis bersama sembilan orang lainnya. Selama dalam masa proses persiapan, sebilan orang yang dicatat sebagai perintis berdirinya PDAM Busel hanya mengandalkan semangat gotong royong. Mereka bekerja tapi tak bisa menikmati gaji sebagaimana layaknya karyawan perusahaan lainnya. Maklum, PDAM Busel belum memiliki apa apa, baru bermodalkan Perbub.

Bekerja tanpa gaji itu berlangsung cukup lama, kurang lebih satu tahun. Dalam kondisi serba keterbatasan, Tamrin Tamin yang dibebani tanggung jawab membangun PDAM Busel hanya bisa memberikan motivasi kepada para karyawan yang ikut serta memikirkan masa depan perusahaan, agar terus bekerja. Sebab dia optimis kalau PDAM Busel bisa berkembang sebagaimana PDAM di daerah lain yang sudah maju.

Sebagai seorang perencana dan profesional di sektor penyediaan sarana air bersih, Tamrin Tamim memulai membangun PDAM Busel dengan lebih awal menetapkan visi,” Terwujudnya PDAM yang sehat, Profesional dan pelayanan prima untuk kesejahteraan masyarakat”.

Untuk mewujudkan visi itu, pekerjaan berat pun dilakukan. Mulai dari pembangunan dan peningkatan infrastruktur prasarana air bersih, peningkatan profesionalisme SDM, Menerapkan Manajemen Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Coprporate Governance). Misi lainnya yakni meningkatkan dan mengutamakan cakupan layanan dan pelayanan air kepada Masyarakat sesuai Standar kesehatan dengan cepat, tepat secara kuantitas, kualitas dan kontinuitas.

Sejak dibentuk tahun 2016, PDAM Busel langsung melakukan terobosan membangun jaringan baru dengan memanfaat dana hibah Air Minum dari pemerintah pusat. Menurut Tamrin Tamim, hibah air minum tersebut merupakan upaya percepatan agar masyarakat mendapat akses air minum dan akses sanitasi yang layak, juga ditujukan untuk mendorong pemerintah daerah dalam mendukung program pemerintah pusat dalam berupaya mewujudkan program 100 prosen masyarakat mendapat akses air minum.

PDAM Busel melakukan pemasangan sambungan jaringan air bersih ke rumah warga Kecamatan Lapandewa.

Prosedur untuk mendapatkan dana hibah air minum juga tidak gampang. Harus ada komitmen Pemerintah daerah melalui penyertaan modal kepada PDAM. Menurut Tamrin Tamim, Bupati Buton Selatan H. La Ode Arusani, memiliki komitmen tinggi dalam berupaya mengatasi kebutuhan dasar warganya.
“Bupati medukung 100 persen program pembangunan untuk kebutuhan masyarakatnya,” tulis Tamrin Tamim via pesan WhatsAppnya.

Pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana air bersih menjadi prioritas pemerintahan Arusani, karena itu Pemkab Busel rutin melakukan penyertaam modal, guna memanfaat anggaran hibah air minum dari pemerintah pusat. Hibah air minum bisa diperoleh jika ada komitmen pemda menyediakan dana dalam APBD.

“Mekanismenya begitu, pemerintah daerah harus menyediakan dana dalam APBD untuk program pemasangan sambungan rumah. Selanjutnya bila sudah terpasang keseluruhan, pemerintah daerah melaporkan kepada pemerintah pusat dan setelah dilakukan verifikasi teknis, maka pemerintah pusat menggantikan dana yang telah dikeluarkan melalui mekanisme hibah kepada pemerintah daerah,” jelas Tamrin Tamim yang di dampingi Kabag Umum dan Keuangan PDAM Busel, Edwar Mukdir.

Besarnya komitmen Bupati Busel dalam melakukan percepatan penuntasan ketersediaan air bersih bagi warga Busel sangat dirasakan masyarakat Busel. Sebab, masalah kesulitan air bersih merupakan masalah utama yang membelit warga Busel, jauh sebelum daerahnya mekar. Saat ini, hampir 10 ribu KK telah menikati fasilitas air bersih dari PDAM. Dampak ikutannya, PDAM Busel mampu membuka lapangan kerja baru. Jika dimasa perintisan PDAM hanya ada sekira 10 orang, kini PDAM Busel menampung pekerja 104 orang.(****)

Comments are closed.