BPJS Ketenagakerjaan Incar Kades dan Aparatnya

LABUNGKARI-Kepala Desa Se Kabupaten Buton Tengah berkumpul di kantor Pemkab Buton Tengah guna menghadiri Rapat Kerja Sama Operasional Perlindungan Jaminan Sosial Kepala Desa dan Aparatur Desa. Rapat yang digelar Rabu 27/11/2019 ini dibuka Sekda Buteng, Konstantinus Bukide SH dan dihadiri Plt Kadis PMD,Armin SPd, sebagai narasumber.

Sekda Buteng, Konstantinus Bukide SH ketika membuka kegiatan tersebut, mengungkapkan beberapa hal penting berkaitan dengan program BPJS Ketenagakerjaan. Dia menyampaikan perlunya seluruh kepala desa beserta aparatur desa di Buton Tengah mendapat perlindungan dari program BPJS Ketenagakerjaan, karena bila terjadi resiko akan dapat terlindungi melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Konstantinus Bukide juga berharap Rapat kerja sama operasional dan sosialisasi yang dilaksanakan dapat ditindaklanjuti dengan langkah langkah kongkrit baik itu Perbub ataupun regulasi yang dilahirkan oleh para kepala desa yang memberikan peluang bagi seluruh kepala desa dan aparaturnya untuk bisa terlindungi dengan program BPJS ketenagakerjaan.

Pada kesempatan tersebut, Konstantinus Bukide menyapaikan permohonan maaf Bupati Buteng, Samahuddin, yang tidak sempat hadir membuka kegiatan, karena mendadak ada tugas lain yang juga penting. “Saya juga menyampaikan permohonan maaf karena awalnya bapak bupati yang akan langsung menghadiri kegiatan ini, tetapi beliau mendadak ada kegitatan,” kata Konstatinus Bukide.

Sementara, Plt Kadis PMD Buteng, Armin, spd juga menyampaikan hal yang sama, bahwa para Kades yang mempunyai banyak kesibukan dalam beraktifitas perlu mendapat perlindungan program BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita tidak tau orang datang awalnya baik baik bisa saja dibelakang bawa sajam. Maka dari itu pentingnya kita terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Apabila terjadi resiko maka ahli waris bisa mendapatkan santunan,” ujarnya.

Rapat kerja dan sosialisasi tersebut cukup mendapat respon positif dari peserta yang hadir. “Hadirnya BPJS ketenagakerjaan bukan untuk mendoakan kita celaka atau meninggal. Tetapi untuk memberikan perlindungan atau menjaga jaga apabila kita terjadi apa apa,” kata salah seorang peserta yang hadir.

Respon positif peserta tidak terlepas dari informasi yang disajikan BPJS Ketenagakerjaan dalam rapat tersebut. Menurut Kepala BPJS Ketenagakerjaan Baubau, Mustaqmal, BPJS Ketenagakerjaan mempnyai program perlindungan yang akan sangat bermanfaat dan membantu jika keluarga mendapat musibah kecelakaan. “Apabila terjadi meninggal dunia maka ahli waris akan dapat santunan total 24 juta dan 12 juta beasiswa untuk anak,” tuturnya. (is)

Comments are closed.