Dokter dan Pegawai RSUD Baubau Tandatangani Mosi tidak Percaya

Baubau – Dokter dan pegawai Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Daerah (BLUD-RSUD) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menandatangani mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Direktur Utama RSUD dr Nuraeni Djawa.

Beberapa poin mosi tidak percaya yang dibacakan dr Lukman yang merupakan dokter ahli penyakit dalam itu yakni, pertama rekomendasitas KARS yang tidak dipenuhi sehingga akan berefek pada pelayanan kepada masyarakat, kedua tidak memahami manajemen pengelolaan belanja BLUD, dan ketiga adanya perlakuan semena-mena terhadap hak-hak pegawai di RSUD Kota Baubau.

“Maka dengan ini kami sepakat mengajukan kepada Bapak Walikota Baubau agar kiranya dapat memberikan sanksi atau diganti dengan orang yang lebih tepat, agar kami bisa bekerja dan melaksanakan pelayanan dengan nyaman tanpa ada tekanan,” tegas dr Lukman, didampingi dr Sadly Salman (ahli kandungan), dr LM Fatahillah (ahli saraf), dr Muhaimin (ahli jantung), dan dr Bob (ahli bedah), dalam konfrensi pers di Aula RSUD Baubau, Kamis.

Bila Wali Kota Baubau tidak memenuhi mosi tersebut dalam waktu 3×24 jam, tambah dr Sadly Salman, pihaknya akan melakukan penurunan standar pelayanan seperti berkurangnya jam pelayanan, tetapi tidak menghentikan pelayanan terutama yang emergency.

“Penurunan layanan rumah sakit ini kita efektifitaskan atau meminimalkan pemakaian seperti listrik maupun air agar rumah sakit ini tetap berjalan, karena saat ini kondisi rumah sakit kekurangan uang untuk membayar apa-apa yang dibutuhkan,” ujarnya.

Menurut dr Lukman lagi, kondisi rumah sakit saat ini hampir kolaps karena petugas medis tidak bisa bekerja akibat bahan seperti obat-obatan tidak ada. Tetapi pihaknya tetap pertahankan melaksanakan tugas-tugas dengan standar pelayanan.

Sebelum melakukan mosi tidak percaya itu, kata dia, rumah sakit tersebut sudah ‘on track’. Pihaknya berupaya memperjuangkan perbaikan-perbaikan pelayanan seperti mengajukan pola akreditasi, bahkan sudah banyak memberikan rekomendasi-rekomendasi yang untuk perbaikan layanan.

“Jadi dari semua itu tidak direspon dengan baik akhirnya muncul mosi ini. Jadi ini sebenarnya berangkat dengan niat baik (nawaitu) untuk memperbaiki rumah sakit ini,” ujarnya. (is/an)

Comments are closed.