Lampu Sering Padam, Permesta Demo PLN Wakatobi

Massa Permesta Demonstarasi di Kantor PLN Wakatobi. FOTO; ISTIMEWA

WAKATOBI – Warga Wakatobi kesal gegera lampu sering padam. Buntutnya, sejumlah aktivis dari lembaga Permesta melakukan aksi protes di Kantor PLN Wangi-wangi pada jumat 27 Desember 2019. Menurut para pendemo, kurun waktu stu bulan terakhir, lampu di wilayah Pulau Wangi-wangi sering padam.

Sarif, salah satu pendemo, mengungkapkan, PLN Rayon Wangi-wangi yang melyani kebutuhan dasar masyarakat mestinya peka dalam melihat permasalahan yang terjadi di masyarakat. Memperbaiki kwalitas pelayanan.

Sarif juga menyinggung soal alasan PLN bahwa penyebab gangguan yang membuat lampu sering padam adalah kelelawar. Kata Syarif, alasan tersebut kurang rasional. “Masyarakat diberikan alasan-alasan yang tidak masuk akal. Tiap tahunnya, setiap mati lampu, pihak PLN selalu bilang gara-gara kelelawar,” tungkasnya.

Sementara Emen Lahuda, yang juga massa Permesta, menyebut, imbas dari padam lampu terus menerus sangat merugikan warga. Utamanya, warga yang usahanya bergantung pada energi listrik.

“Hari ini, kami datang mengingatkan kembali kepada PLN Rayon Wangiwangi agar hak-hak masyarakat diberikan secara utuh, berdasarkan undang-undang. Bisa dibayangkan, berapa banyak masyarakat yang dirugikan akibat lampu padam terus menerus,” katanya saat berorasi di depan PLN.

Manajer PLN Rayon Wangi-wangi, Talib, yang menerima demonstran menjelaskan, pihaknya telah bekerja berdasarkan petunjuk Standar Operasional Prosedur (SOP). “Khususnya SOP pemadaman ini, ada SOP pemadaman listrik, ada SOP untuk perubahan daya, terus SOP untuk pekerjaan juga ada,” jelas Talib diruang kerjanya.

Katanya, terakit padam listrik di wilayah Wangi-wangi, memang benar sering terjadi gangguan dilapangan. Khususnya gangguan kelelawar.

Selain itu, ada juga pemadaman terencana karena perbaikan, namun pemadaman selalu disosialisasikan atau diinformasikan ke warga dengan memanfaatkan media. “Mungkin informasi yang kami sampaikan belum diakses semua masyarakat Wangi-wangi. Karena media kita gunakan itu, selain penyampaian dari mulut ke mulut. Kami juga kirim informasi lewat grup WhatsApp- WhatsApp,” terangnya. (A-2)

Comments are closed.