PDAM Busel Bangun Jaringan Distribusi Sepanjang 155 Kilometer

Pesangan jaringan distribusi di Kecamatan Landewa

SEJAK memimpin Kabupaten Buton selatan (Busel) H. La Ode Arusani, memprioritaskan penuntasan pembangunan sarana dan prasarana air bersih. Alasannya, masalah air bersih merupakan masalah utama yang dihadapi warga. Terutama penduduk yang bermukim di Pulau Batu Atas, Siompu dan Kadatua.

Untuk memenuhi hak dasar warganya, pemerintahan Arusani sejak 2017 hingga 2019 telah menggelontorkan dana puluhan miliar. Hasilnya, BUMD yang dipimpin Tamrin Tamim ST.MT, itu telah memasang sebanyak 9.284 sambungan rumah.

Berdasarkan data PDAM Busel, selain membangun sambungan rumah, PDAM Busel juga telah membangun jaringan distribusi, jaringan pipa induk sekira 155 kilo meter. Wilayah pemasangan jaringan distribusi menyebar di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Sampolawa, Lapandewa, Batauga, Kadatua, Siompu, Siompu Barat dan Batu Atas.

Bupati Busel, H. La Ode Arusani
Dirut PDAM Busel, Tamrin Tamim, ST, MT
Kabag Umum dan Keuangan PDAM Busel, Edwar Mukdir, ST
Kabag Teknik PDAM Busel Jasmin, ST

Tahun 2017, PDAM membangun jaringan distribusi sepanjang 21 kilometer, tahun 2018 66 kilometer dan tahun 2019 sepanjang 71 kilometer. “Jaringan tersebut dibangun dengan memanfaatkan dana penyertaan modal pemerintah yang masuk ke PDAM,” ujar Kabag Umum dan Keuangan PDAM Busel, Edwar Mukdir.

Bupati Busel, H. La Ode Arusani, menyatakan, pembangunan sarana dan prasarana air bersih masih menjadi prioritas pembangunannya di tahun 2020. “Kita berkomitmen menuntaskan masalah ketersediaan air bersih bagi warga,” kata Arusani kepada wartawan.

Percepatan penuntasan masalah air bersih akan terus dilakukan. Ditahun 2020, PDAM Busel merencakan kembali pembangunan jaringan distribusi untuk menyasar wilayah wilayah pemukiman penduduk yang belum terjangkau akses jaringan air bersih. Termasuk penambahan sambungan rumah sebanyak 3000 SR. (nis)

Comments are closed.