Puting Beliung di Wakatobi Robohkan Rumah Warga

Kondisi sebagian rumah warga Wakatobi yang porak poranda di hantam angin puting beliung. FOTO; ISTIMEA

WAKATOBI – Angin puting beliung menerjang beberapa lokasi di Kecamatan Wangiwangi Selatan. Sedikitnya sejumlah rumah warga di empat Desa dan satu Kelurahan yang menjadi sasaran amukan puting beliung menjadi porak poranda.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wakatobi menyebutkan, sebanyak 11 unit rumah yang terkana dampak, diantaranya 5 unit rusak parah, serta 6 unit rusak ringan.

Tidak hanya menerjang rumah-rumah warga. Angin puting beliung juga menumbangkan sejumlah pohon-pohon besar dibeberapa titik, termasuk merusak baliho-baliho di pinggir jalan di Wangiwangi. Bencana alam ini terjadi sekitar pukul 03:30 Wita, pada Kamis (2/1) dini hari.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wakatobi, Muhammad Yusuf, mengaku, pihaknya telah turun lokasi guna mendata warga yang menjadi korban. “Setelah mendapat laporan dari masyarakat, kita langsung lakukan identivikasi dari rumah ke rumah dibeberapa lokasi kejadian yang dilaporkan,” terang Muhammad Yusuf kepada awak media, Kamis (2/1).

Menurut Muh Yusuf, saat ini pertolongan awal yang dilakukan BPBD Wakatobi yakni tanggap darurat. Kepada para korban, Yusuf mengaku, pihaknya bakal menyalurkan kebutuhan dasar. “Berdasarkan aturan, kejadian seperti ini ada klasifikasinya. Ada yang tindakan darurat dan pasca bencana. Untuk sekarang ini kami berikan bantuan darutan berupa sandang pangan,” bebernya.

Bupati Kabupaten Wakatobi, H. Arhawi Ruda yang turun langsung menemui para korban di beberapa lokasi kejadian menyampaikan rasa perihatin kepada para korban dampak bencana angin puting beliung. Katanya, Pemkab Wakatobi langusng mengintervarisir jumlah kerugian yang dialami warga.

“Insya Allah ada langkah positif yang akan kita lakukan untuk membantu kesulitan masyarakat kita yang terkena bencana ini,” kata Arhawi yang ditemui sejumlah awak media diloaksi kejadian.

Arhawi juga mengaku, dirinya telah memerintahkan Dinas Sosial (Dinsos) Wakatobi agar turut membantu menutupi kebutuhan sementara para korban. Sebelum bantuan pasca 15 hari. “Kita juga akan upayakan lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk langkah selanjutnya, setelah pasca 15 hari kejadian ini,” katanya.

Salah satu korban bernama Nurhayati mengisahkan, tornado kecil itu datang begitu cepat. Katanya, suara gemuruh angin kencang yang menerjang rumahnya, seketika memporak-porandakan seluruh bagian bangunan yang terbuat dari papan. Bersamaan itu listrik ikut padam.

Wanita berumur 47 tersebut, belum sempat keluar dari dalam rumah untuk menyelamatkan diri, dia pun tertindis puing-puing bangunan dan sempat pingsan akibat benturan lemari yang menghantam kepalanya. “Setelah saya sadar rumah saya sudah rata dengan tanah,” terangnya sembari mengusap air mata yang menjatuhi pipinya. (A-1)

Comments are closed.