Siapkan Dana Pembebasan Lahan, Walikota Baubau Tinjau Lokasi Pembangunan Tiang Pancang Jembatan Buton-Muna

BAUBAU-Walikota Baubau, DR.AS Tamrin, melakukan peninjauan lokasi pembangunan tiang pancang untuk persiapan pembangunan jembatan penghubung pulau Buton dan Pulau Muna. Lokasinya berada di Kelurahan Palabusa Kecamatan Lealea.

Saat melakukan peninjauan lokasi di Palabusa, AS Tamrin didampingi sejumlah pejabat lingkup Pemkot Baubau, diantaranya, Kadis PU, Andi Hamzah, Asisten I Setda Kota Baubau, Rahmat Tuta dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Baubau, Arif Basari. Menurut AS Tamrin, pemerintah kota menyambut baik rencana pemerintah provinsi untuk membangun jembatan penghubung antara Buton dan Muna.

Walikota Baubau, DR.H.AS Tamrin

Terkait dengan hal tersebut, pihaknya turun langsung melakukan peninjauan lokasi, terutama penyiapan lahan. “Pemerintah provinsi yang akan membangun jembatan, tapi kita harus mantapkan dulu lahannya, jangan sampai giliran gubernur mau membangun, lahan belum siap,” katanya.

Dikatakan, pembebasan lahan akan dilaksanakan tahun 2020, bukan hanya untuk lahan tiang pancang, tapi juga termasuk lahan untuk pembangunan jalan yang panjangnya sekira 1,3 kilometer degan lebar 30 meter.

“Anggaran yang disiapkan untuk tahap pertama sebanayal Rp 1 miliar, namun yang diprioritaskan lebih awal adalah lahan untuk lokasi pembangunan tiang pancang,” ujar AS Tamrin saat melakukan konfrensi pers di Rujabnya, Senin 14 Januari 2020.

Pemerintah Kota Baubau telah mendata keseluruhan warga yang mempunyai lahan di lokasi pembangunan tiang pancang jembatan Buton-Muna, termasuk warga yang lahannya akan dimanfaatkan pembangunan jalan.

Total warga yang telah didata sebanyak 17 kepala keluarga. Lima diantaranya adalah pemilik lahan dilokasi pembangunan tiang pancang. 16 sisanya adalah pemilik lahan yang akan dilalui jalan sepanjang 1,3 kilometer. Dari hasil pendataan dan sosialisasi yang dilakukan pemerintah, lanjut AS Tamrin, keseluruhan warga telah bersedia membantu pemerintah membebaskan lahannya untuk kepentingan umum. Dia berharap, warga tetap kompak, tetap seperti sekarang. “Jangan ada yang aneh aneh. Yang lain juga harus transparan, semuanya kerja sesuai prosedural,” katanya.(is)

Comments are closed.