Wali Kota Baubau Bakal Bangunkan Rumah La Udu

BAUBAU- Keprihatinan Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin setelah mendapat informasi salah satu warganya, La Udu (50) tinggal dalam gua tepi pantai Kelurahan Kadolomoko.

Dengan gerak cepat, orang nomor satu di Baubau ini langsung berinisiatif mengunjungi kediaman sang kakek, Selasa 4 Februari 2020.

Didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Baubau, Abdul Rajab, Lurah Kadolomoko dan beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkot Baubau, rombongan bertolak menggunakan Katinting (Transportasi tradisional) dari pelabuhan rakyat Pantai Kamali menuju lokasi tempat tinggal kakek La Udu.

Butuh sekitar 20 menit hingga rombongan menemukan lokasi sang kakek. Saat rombongan tiba, kakek La Udu tengah berbaring istirahat.

La Udu tampak bingung ketika rombongan menyambangi kediamannya. Namun senyumnya perlahan terlihat saat mengetahui bahwa yang berkunjung adalah Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin.

Bermodalkan sebatang bambu, Dr AS Tamrin dan kakek La Udu berbagi tempat duduk. Orang nomor satu di Baubau ini pun mengajukan sejumlah pertanyaan seputar kehidupan sang kakek.

Doktor jebolan IPDN Jatinangor ini pun memberikan motivasi hidup kepada kakek La Udu. Ia pun mengajak sang kakek agar membuka diri dan mau berinteraksi dengan masyarakat dan dunia luar.

“Kedatangan saya disini setelah mendapat informasinya, katanya La Udu ini sudah lama disini. Makanya kita datang lihat untuk memahami dan mengetahui apa sebenarnya motivasinya tinggal dalam gua ini,” kata Dr AS Tamrin kepada sejumlah awal media dilokasi tempat tinggal kakek La Udu.

Berdasarkan pengakuan sang kakek, Wali Kota Baubau dua periode ini menjelaskan ternyata La Udu pernah berkebun. Selain itu mata pencahariannya juga sebagai nelayan.

“La Udu juga masih memiliki keluarga. Tapi sepertinya Ia lebih suka menyendiri disini,” kata Dr AS Tamrin.

Dr AS Tamrin pun mengaku prihatin. Sebab La Udu mengaku makan tak menentu sebab hasil melaut juga tidak menentu.

Setelah berbincang cukup lama, akhirnya La Udu bersedia membuka diri dan mau berinteraksi dengan dunia luar. Wali Kota Baubau pun berjanji akan membangunkan sebuah rumah sederhana untuknya.

Untuk sementara, kakek La Udu akan direlokasi ke lapak terminal Waramusio. Relokasi akan dilangsungkan besok, Rabu 5 Februari 2020.

“Nanti kita usahakan di Dinas Perumahan untuk menyiapkan bedah rumah sederhana untuk ditinggali. Lokasinya akan kita lihat, intinya harus dekat dengan mata pencaharian utamanya yakni nelayan,” katanya.

Dr AS Tamrin juga memerintahkan Dinas Sosial untuk memberikan bantuan. Berupa makanan seperti beras, mie instan dan tikar.

Kakek La Udu tak Miliki KTP Lagi

Setelah tinggal cukup lama di dalam gua, ternyata kakek La Udu sudah tak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Wali Kota Baubau pun segera memerintahkan lurah Kadolomoko untuk membuatkan e-KTP untuk La Udu sesegera mungkin.

Setelah KTP ini diterbitkan, maka La Udu akan diusahakan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah. Salah satunya Program Keluarga Harapan (PKH).

“Tolong e-KTP ini dibuatkan. Lurah segera fasilitasi agar La Udu bisa mendapatkan bantuan segera,” pinta Dr AS Tamrin.

Diajak Bekerja jadi Tukang Sapu di Dinas Lingkungan Hidup

Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin juga memberikan sebuah pekerjaan kepada kakek La Udu. Pekerjaan yang ditawarkan menjadi tukang sapu di Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau.

“Mau ya, bekerja di kebersihan. Untuk menambah penghasilan sembari juga menjadi nelayan,” ajaknya.

Kakek La Udu akhirnya menerima tawaran ini. Dr AS Tamrin memerintahkan petugas dari DLH Baubau untuk memfasilitasi kakek La Udu.

Atas semua bantuan ini, kakek La Udu sangat berterima kasih. Ia mengaku bersedia pindah bila dibangunkan rumah sederhana yang layak ditinggali.

“Terima kasih, saya bersedia,” katanya terbata-bata saat ditanya sejumlah awak media. (adm)

Comments are closed.