PTUN Kendari Tolak Gugatan Mantan Dirut PDAM Wakatobi

WAKATOBI – Setelah lima bulan lamanya bergulir, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kendari resmi menolak gugatan yang diajukan mantan Direktur utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wakatobi, Zakaria.

Penggugat Zakaria, melayangkan gugatannya ke PTUN Kendari pada Februari 2022 lalu. Zakaria keberatan karena dirinya diberhentikan oleh Bupati Wakatobi dari Dirut PDAM Wakatobi. Pemberhentian itu berdasarkan SK Bupati Wakatobi No 726 tanggal 21 Desember tahun 2021 Tentang Pemberhentian Direktur Utama dan Direktur Tekhnis PDAM Wakatobi dan Pengangkatan Pejabat Sementara PDAM Kabupaten Wakatobi.

Kuasa hukum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi, Sarni dan partner mengatakan bahwa penolakan gugatan mantan Dirut PDAM Wakatobi Zakaria,
tertuang amar putusan yang diupload via E-court.

Isinya menyatakan, eksepsi tergugat tidak diterima seluruhnya, menolak permohonan penundaan yang diajukan oleh penggugat, menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya dan menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp309.000,00 (tiga ratus sembilan ribu rupiah) dengan Nomor perkara 5/G/2022/PTUN.KDI.

“Alhamdulillahi rabbil alamin, hari ini Rabu 15 Juni 2022, kami selaku kuasa hukum Pemerintah Daerah (Pemda) mengucapkan alhamdulillah dengan dikeluarkannya putusan perkara Nomor 5/G/2022/PTUN.KDI. Dengan obyek sengketa yaitu SK Pemberhentian Dirut PDAM oleh Bupati Wakatobi yang diajukan oleh mantan Dirut PDAM Zakaria, dimenangkan oleh Pemda Wakatobi,” ujar kuasa hukum Pemda Wakatobi lewat aplikasi Whatsapp, Rabu ( 15/6).

Dalam sidang tahapan pemeriksaan saksi yang digelar di PTUN Kendari pada Selasa, 19 April 2022 lalu terdapat fakta menarik yang terungkap dari mantan Dirut PDAM Wakatobi itu. Diantarnya penggugat Zakaria, diduga menggunakan KAS PDAM sebesar Rp200 juta untuk keperluan pribadi. Zakaria juga diduga tidak pernah membuat Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan rencana bisnis. (yus)

You might also like More from author

Comments are closed.