Pengerjaan Landasan Pacu Bandara Baubau Diganggu Warga, Kepala Bandara Gelar Jumpa Pers

BAUBAU,- Proses pengerjaan perpanjangan landasan pacu Bandara Betoambari Baubau terus mendapatkan gangguan dari orang orang yang tidak bertanggung jawab. Salah satu warga bernama La Daisi bahkan mengklaim bahwa sebagian lahan bandara masih milik masyarakat, termasuk keluarganya dengan alasan belum dibayar ganti rugi. Padahal keseluruhan lahan bandara sudah bersertifikat.

Meski sudah mempunyai sertifikat, masih ada saja waarga yang selalu memasuki area bandara dengan cara membobol pagar. Kepala Bandara Betoambari Baubau, Anas La Bakara menuturkan, bahkan pagar keamanan penerbangan itu banyak di bobol oleh warga yang tidak bertanggungjawab, dan masuk ke daerah Bandara.

Anas mengaku, pihaknya sudah mengantongi dokumentasi hingga bukti siapa saja yang masuk ke area Bandara tanpa izin dan itu sebenarnya sudah melanggar aturan karena Bandara adalah daerah vital.

“Apalagi sampai masuk ke area pekerjaan, menghentikan alat itu sudah sangat melanggar karena area yang kita kerja sekarang adalah daerah keamanan terbatas, ini sudah mengganggu. Kalau memang masih menghalangi, tolong diamankan supaya pekerjaan itu bisa lanjut,” tutur Anas La Bakara saat konferensi pers di Kantor Bandara Betoambari Baubau, Kamis 6 Juni 2024.

Terkait aset tanah yang dimiliki oleh Kementerian Perhubungan dalam hal ini Bandara Betoambari, sertifikatnya itu sejak tahun 1993 dan secara hukum itu sudah legal. Adapun, jika ada masyarakat yang keberatan atas sertifikat tersebut silahkan menempuh jalur hukum.

“Harapan kami, apapun kondisinya tolong jangan pekerjaan dihentikan. Jika dihentikan progresnya, atau selalu ada orang tidak bertanggungjawab yang coba menghentikan kegiatan pembangunan kita, itu akan balik ke kita juga dampaknya,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, TNI-Polri dalam hal ini Kodim 1413 Buton dan Polres Baubau menyatakan kesiapan melakukan pengamanan pengerjaan perpanjangan landasan pacu Bandara Betoambari Baubau menyusul penghentian pekerjaan oleh pihak yang mengklaim lokasi tersebut adalah tanahnya.

Kapolres Baubau yang diwakili Kapolsek Murhum, Ipda Amrin mengatakan, pihaknya siap melakukan pengamanan karena tanah yang di klaim oleh beberapa pihak tersebut merupakan milik pemerintah.

“Kami secara tegas mengatakan bahwa kami bersama TNI melakukan pengamanan. Apabila terjadi penghalangan dari masyarakat, kami akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan undang-undang,” katanya.

Senada, Dandim 1413 Buton yang diwakili Kasdim, Mayor Wahyu menambahkan, akan bekerja sama dengan kepolisian dalam rangka pengamanan di Bandara Betoambari. Pihaknya, telah memerintahkan empat personil TNI untuk melakukan pengamanan di Bandara.

Tak lupa, Mayor Wahyu mengingatkan kepada pihak-pihak yang kurang sependapat atas status tanah tersebut untuk menempuhnya sesuai dengan jalur hukum yang ada.

“Kami tadi cek di lokasi pekerjaan, ternyata ada penghentian. Kedepan, apabila ada yang menghalangi dan tidak bisa diajak komunikasi, kita akan ambil tindakan untuk pengamanannya. Ini kita sudah ingatkan, apabila masih ada yang menghalangi, kita amankan oknum tersebut,” tegasnya.(adm)

You might also like More from author

Comments are closed.