Melalui FGD, Pemkot Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Daerah
BAUBAU-Pemkot Baubau menggelar FGD (Forum Group Discussion) dengan tema Geliat Ekonomi Daerah dan Peran Strategis BUMD Dalam Ketahanan Pangan Sebagai Stabilitator Pengendalian Inflasi Daerah di lantai dua ruang rapat kantor Wali Kota Baubau Palagimata Senin (05/05/2025).
Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE dalam arahannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada tim teknis dan konsultan Bank Indonesia perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara, yang telah meluangkan waktu dan kesiapannya untuk membantu Pemkot Baubau dalam menggali informasi melalui FGD guna ikut memberikan penguatan pada geliat pertumbuhan ekonomi daerah serta dapat memberikan solusi terbaik atas semua peran para pelaku usaha dan unsur pemerintah daerah dalam pembangunan dan perekonomian di Kota Baubau.
Dikatakan, posisi dan letak geografis Kota Baubau di kawasan Kepulauan Buton (Kepton), memiliki peran strategis dalam geliat perekonomian daerah sekaligus memiliki tingkat pergerakan inflasi yang sangat dinamis. Hal ini, memberikan tantangan tersendiri dalam kegiatan perekonomian bagi Kota Baubau sebagai pusat pergerakan ekonomi daerah di kawasan Kepton dan bahkan hingga menjadi pergerakan antara dalam distribusi barang dan jasa di kawasan timur Indonesia, sehingga ikut berdampak pada perkembangan inflasi yang sangat dinamis di kota Baubau sepanjang tahun berjalan.
Menurut orang nomor satu di Kota Baubau ini, melalui peran, baik yang berada di lingkup pemerintah kota, para pimpinan OPD, terkhusus pelaku usaha yang lebih merasakan segala tantangan dan dinamika dalam berusaha di Kota Baubau, terutama pada bidang usaha komoditas pangan yang didatangkan dari luar daerah yang menjadi tumpuan kebutuhan masyarakat umum Kota Baubau.
“Bagaimana menjawab permasalahan kegiatan usaha kita, mulai dari membangun hubungan kerja sama dengan daerah penghasil, jaringan distribusi barang, transportasi, perizinan, bongkar muat di pelabuhan, pergudangan atau tempat penyimpanan, khususnya terhadap komoditas ikan, komoditas hortikultura, seperti jenis cabe, bawang dan jenis sayur-mayur lainnya serta tantangan persaingan usaha, perubahan harga maupun sarana dan prasarana pasar yang ada,”ujarnya.
Ditambahkan, dalam hal pengendalian inflasi, ada momentum yang sangat krusial yang menjadi sebab kenaikan harga adalah sering terjadi pada momentum hari-hari besar keagamaan dan acara-acara budaya atau acara adat di daerah, seperti hari raya idul fitri, idul adha, acara pernikahaan dan kegiatan keagamaan lainnya, serta padafenomena gangguan cuaca dan iklim.
Di sisi yang lain, Kota Baubau juga, memiliki permasalahan dalam hal rendahnya produktivitas dalam hal komoditas pangan, sehingga berpengaruh dengan terbatasnya ketersediaan pasokan dalam daerah. Tingginya ketergantungan komoditas pangan dari luar daerah, sehingga aspek rantai distribusi pasakon menjadi penting dalam upaya pengendalian inflasi.(ADM)
Comments are closed.