Wawali Tegaskan Koordinasi Internal Untuk Tekan Angka Inflasi

Baubau-Menyikapi angka Inflasi Kota Baubau dalam kurun waktu 4 bulan terakhir yang terus memberikan angka yang lumayan tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kota Baubau memberikan perhatian serius.

Dalam rapat Hight Level Meeting Pengendalian Inflasi Daerah Kota Baubau di Lantai II Ruang Rapat Kerja Kantor Wali Kota Baubau Jumat (21/11/2025), Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M. Sc mengatakan, masalah inflasi ini merupakan masalah yang sangat penting sehingga semua pihak harus menjadi perhatian dan sudah harus menargetkan jika inflasi Bulan November-Desember harus di angka 2,5-+-1% sebagaimana target nasional.

Wakil Wali (Wawali) Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu menyadari, bahwa mata publik sering tertuju pada kinerja Pemkot Baubau. Oleh karena itu, koordinasi internal harus berjalan rapi setiap anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID Kota Baubau harus memahami tugas dan fungsi masing‑masing seperti Dinas Pertanian agar terus melakukan peningkatan produksi komoditas pangan strategis sebagai prioritas operasional.

Pasalnya, dengan meningkatkan kapasitas produksi lokal dan mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah.

Kemudian, rencana produksi harus disertai target kuantitatif, kalender tanam/produksi, serta dukungan teknis. Selain itu, program kedai tidak boleh dijadikan sebagai simbol atau formalitas.”Kita butuh data jelas seperti berapa volume produksi yang dihasilkan, berapa yang tersalurkan, dan berapa manfaat ekonomi bagi rumah tangga terdampak.

Diperlukan evaluasi berkala harus menjawab permasalahan dan menjadi dasar pengambilan keputusan perbaikan program.Selain itu, perhitungan neraca pangan harus dibuat dengan metode yang tepat dan akuntabel. Neraca ini menjadi alat antisipasi memproyeksikan kebutuhan, melihat surplus/defisit lokal, dan merencanakan intervensi. sehingga harus terus terupdate dan terlaporkan,”ujarnya.

Wawali Baubau ini juga meminta kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Baubau untuk memastikan tidak ada praktek permainan harga. Penguatan Jalur distribusi menjadi kunci dan optimalisasikan yang sudah ada, penguatan hubungan bisnis dengan pelaku usaha, dan tindak lanjut perjanjian kerja sama (pks) agar champion‑champion daerah sentra bisa terhubung langsung dengan distributor.

“Praktik‑praktik menyimpang harus dipantau dan ditindak sesuai aturan untuk kasus yang memerlukan tindakan hukum, koordinasi cepat dengan aparat penegak hukum seperti kejaksaan dan kepolisian yang juga merupakan anggota TPID,”ungkapnya.

Ditambahkan, Dinas Perikanan akan bertanggung jawab memastikan stok ikan tetap tersedia.Pastikan jenis-jenis ikan berpotensi mengalami kenaikan harga dan segera koordinasi dengan daerah yang menjalin KAD dan para distributor lokal untuk menjaga pasokan yang mulai menipis.Mitigasi jangka pendek harus memiliki jadwal pelaksanaan yang konkret dan terukur, bukan sekadar seremoni. Dan Menjelang nataru, siapkan skenario distribusi darurat, stok buffer, dan mekanisme pengecekan harian agar respons lebih cepat bila terjadi gejolak pasokan atau lonjakan permintaan.

“Saya harap pertemuan ini menjadi titik tolak bagi penguatan koordinasi dan akuntabilitas. mari kita jalankan fungsi masing‑masing dengan profesionalisme, fokus pada output yang terukur, dan komitmen kepada masyarakat yang mengandalkan kita. Terus jaga komunikasi, laporkan progres secara rutin, dan berani mengambil tindakan korektif bila diperlukan,”imbuhnya.

Sementara itu, Edwin Permadi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra dalam keterangan persnya menuturkan,menjelang akhir tahun ini, inflasi memang relatif di bawah 3%. Namun jika melihat storynya,diakhir-akhir tahun sebelumnya itu tinggi sekali tingkat inflasi. Jadi, jangan sampai melebihi target 2,5%+-1. Oleh karena itu, pihaknya terus berkoordinasi untuk mencari problem inflasi bisa diatasi dengan baik dan optimal.
Dijelaskan, dalam membangun koordinasi, BI biasanya melakukan pertemuan, rapat dan melakukan pemantauan bersama unit atau satgas TPID untuk bekerja secara optimal. Kemudian mengenai beberapa masukan dipertemuan high level meeting, pihaknya menerima beberapa masukkan tambahan seperti Cold storage, kios-kios untuk mengendalikan inflas serta berbagai masukan.(adv)

You might also like More from author

Comments are closed.