Muh. Yumardin Haeruddin, Politisi Muda yang Kini Kendalikan DPC PDIP Kota Baubau

KEPTONNEWS.COM-Muh Yumardin Haeruddin SKM, M.kes, adalah salah satu politisi muda yang karier poltiknya terbilang mentereng. Hanya dalam kurun Waktu kurang lebih sepuluh tahun bergabung di PDIP, Yumardin kini jadi tokoh utama pengendali organisasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Baubau.

Muh Yumardin Haeruddin SKM, M.Kes dan drg. Aisa Nirmala Setyani, M.Kes

Lelaki kelahiran Lowu Lowu 25 Oktober 1990 ini, terpilih sebagai Ketua DPC PDIP Kota Baubau priode 2025-2030. Yumardin terpilih menggantikan posisi La Ode Ahmad Monianse melalui arena konferensi yang digelar pada 24 November 2025.

Sebelumnya, Yumardin menjabat sebagai Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kecamatan Lee Lea. Jabatan itu disandangya sekira tahun 2021, tak lama setelah dirinya tercatat sebagai anggota biasa di PDIP. “Saya bergabung sebagai anggota biasa di PDIP pada 2018, lalu saya mendapat amanah jadi Ketua PAC Kecamatan,” katanya.

Putra bungsu dari pasangan Haeruddin dan Sitti Maryam ini mengisahkan kalau rute perjalanan politiknya sempat mengalami pasang surut. Diawali dengan bergabung di PDIP tahun 2013, lalu kemudian pindah ke partai Hanura. Pada Pemilu 2014, Yumardin didorong oleh kelompok masyarakat untuk kemudian berpartisipasi langsung menjadi calon legislator. “Sayangnya saat itu rejeki belum berpihak kepada saya untuk menjadi legislator,” tutur suami drg. Aisa Nirmala Setyani, M.Kes.

Gagal menjadi legislator pada Pemilu 2014, Alumni Unidayan ini lalu memilih melanjutkan studi S2 di Undip Semarang. Usai menyelesikan studi S2 nya, Ayah dari Khalifatul Althafwira Haeruddin dan Kanadya Alnayra Haeruddin ini, kembali bergabung DPC PDIP dengan mengincar kursi legislator di DPRD Kota Baubau. Bersama DPC PDIP Kota Baubau inilah pada Pemilu 2019, Yumardin akhirnya sukses menggapai mimpi yang sempat tertunda selama lima tahun. Pemilu 2024 ia pun kembali terpilih menjadi wakil rakyat untuk kedua kalinya.

Meski latar belakang pendidikannya jauh dari urusan politik praktis, Yumardin mengaku sudah sejak lama termotivasi untuk aktif memperjuangkan hak hak public melalui jalur politik. “Dulu tahun 2008, waktu saya masih mahasiswa, saya merasakan betapa sulitnya memperjuangkan kepentingan orang banyak walaupun harus menggelar parlemen jalanan,” katanya.

“Saat masih dilingkungan kampus, melalui lembaga kemahasiswaan terutama saat menjadi ketua BEM, bersama rekan rekan mahasisa, kami banyak mengadvokasi apa yang menjadi permasalahan masyarakat, dan kemudian menyadarkan saya bahwa memperjuangkan kepentingan rakyat akan lebih mudah jika berada di lembaga legislative, shingga tak bisa dipungkiri, status sebagai aktivis mahasiswa itulah yang kemudian mengantarkan saya untuk terjun di dunia politik, artinya pengalaman selama jadi aktivis itu kemudian membuat kita tertarik untuk lebih mengambil peran di lembaga politik, tukasnya.

Dia menambahkan, ketika dirinya masih menjadi seorang aktivis mahasiswa, Bersama masyarakat, aktif mengadvokasi salah satu wilayah yang rencana menjadi kawasan pertambangan. “Saat itu kami menolak karena berdasarkan kajian, memang daerah tersebut tidak layak dijadikan sebagai kawasan pertambangan dan dperjuangan berlanjut Ketika dirinya sudah menajdi legislator di DPRD Kota Baubau.

“Alhamdulillah, kegiatan aktivitas pertambangan berhenti dengan lahirnya sebuah kebijakan yang kita tetapkan di DPRD. Dulu saya berjuang lewat Parlemen Jalanan, status sebagai mahasiswa, repot. Karena saat itu saya dan kawan-kawan tidak menjadi bagian dari penentu kebijakan. Di 2019 setelah terpilh jadi anggota DPRD, salah satu fokus saya adala berjuang lewat lembaga legislatif untu melahirnya kebijakan untuk menjadikan kawasan Bungi Sorowoyo itu sebagai kawasan pertanian. Itu salah satu kebanggaan, karena yang sebelumnya saya berjuang lewat aktivis kemasiswaan. Luar biasa kita berjuang demo berpuluh-puluh kali, tapi tidak melahirkan sebuah keputusan yang maksimal. Namun ketika saya berjuang secara langsung di parlemen itu berhasil dan menjadi sebuah kebijakan” ujarnya.

Menyinggung soal jabatan barunya sebagai Ketua DPC PDIP Kota Baubau, Yumardin mengatakan kalau jabatan adalah sebuah Amanah yang harus diemban dengan penuh rasa tanggung jawab. “Sebagai petugas partai, kami di PDI Perjuangan itu, dimanapun ditempatkan, dimanapun ditugaskan, baik itu di struktur partai, di legislatif ataupun eksekutif pada prinsipnya kami harus selalu siap, dan ketika amanah itu diberikan Desember kemarin, maka saya punya takdir siap dengan semua kemampuan yang ada untuk menjadikan PDI Perjuangan sebagai partai pemenang pemilu pada tahun 2029.Tentu ini tidak mudah, tapi dengan pengalaman organisasi yang saya miliki, dengan segala kemampuan komunikasi yang saya akan lakukan, tentu target kita di 2029 agar bisa mencapai 5 kursi dengan target ketua DPRD Kota Baubau. (adm)

 

You might also like More from author

Comments are closed.